"Inflasi terjadi karena naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan 1,55 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,43 persen," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan inflasi di ibukota provinsi ini juga karena naiknya kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar 0,11 persen, kesehatan sebesar 0,36 persen, serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 1,31 persen.
Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok sandang 0,08 persen dan pendidikan rekreasi, dan olahraga sebesar 0,02 persen.
"Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-April) 2019 inflasi 0,42 persen dan inflasi tahun ke tahun (April 2019 terhadap April 2018) 2,12 persen," ujarnya.
Menurut dia beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada April 2019 diantaranya bawang merah, angkutan udara, daging ayam ras, bawang pu h, ikan singkur, jeruk, air kemasan, ikan tenggiri, ikan kembung, dan cumi-cumi.
Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah ikan selar, ikan dencis, sawi hijau, bayam, kepiting/rajungan, beras, daging babi, minyak goreng, kacang panjang, dan sotong.
Ia menambahkan kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada April 2019, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,74 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,42 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar sebesar 0,08 persen, kesehatan sebesar 0,01 persen, serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,20 persen.
"Kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan deflasi yaitu kelompok sandang 0,003 persen dan pendidikan rekreasi, dan olahraga sebesar 0,002 persen," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.