"Kami terus melakukan pemeriksaan, dimana pengemudi terancam Pasal 311 ayat 5 subsidier Pasal 310 ayat 4 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas,"Koba (Antara Babel) - Satu unit mobil Suzuki Carry jenis pick up bertabrakan dengan sepeda motor Yamaha FIZ-R di jalan raya Desa Lampur, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung yang menyebabkan satu orang tewas, Jumat sore.
Kepala Polisi Resor Bangka Tengah AKBP M Zainul melalui Kasat Lantas Iptu Aulia Rahmad, Jumat, mengatakan, pengendara sepeda motor bernama Tono (32) warga Desa Lampur tewas dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas itu dengan kondisi luka parah.
"Sementara pengemudi mobil, Rizki bersama temannya Sangkalak warga Kecamatan Sungaiselan tidak mengalami luka dan keduanya sudah dimintai keterangan serta kami mengamankan mobil yang dikemudikannya," ujarnya.
Aulia menjelaskan, peristiwa maut ini berawal ketika Suzuki Carry jenis pick up melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Desa Lampur menuju Sungaiselan dan bermaksud mendahului mobil yang berada di depannya.
"Namun dari dari arah berlawanan melaju sepeda motor yang dikendarai Tono, sehingga langsung 'laga kambing' dengan mobil yang tidak lagi bisa menghindar karena kecepatan tinggi," ujarnya.
Ia menjelaskan, pengendara sepeda motor terlempar sejauh puluhan meter dan mengalami luka berat di sekujur tubuhnya.
"Korban sempat dibantu warga dan langsung dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong karena terjadi pendarahan hebat pada kepala serta luka parah di sekujur tubuh akibat kerasnya benturan dengan mobil," ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih mendalami kasus kecelakaan lalu lintas itu dan hasil sementara berdasarkan olah tempat kejadian pengemudi mobil diamankan beserta dengan barang bukti berupa satu unit kendaraan roda empat.
"Kami terus melakukan pemeriksaan, dimana pengemudi terancam Pasal 311 ayat 5 subsidier Pasal 310 ayat 4 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas," jelasnya.
Pewarta: Oleh AhmadiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.