"Kemiskinan sudah menjadi persoalan bersama di seluruh daerah, untuk itu penting bagi setiap pemkab jeli melihat peluang ekonomi apa yang bisa mengikis permasalahan yang dihadapi selama ini untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat,"
Muntok (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung mengingatkan kepada seluruh instansi terkait akan pentingnya mengembangkan ekonomi kerakyatan pada berbagai sektor unggulan dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya alam yang ada.

"Kemiskinan sudah menjadi persoalan bersama di seluruh daerah, untuk itu penting bagi setiap pemkab jeli melihat peluang ekonomi apa yang bisa mengikis permasalahan yang dihadapi selama ini untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat," kata Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Bangka Barat, Ahmad Yahya di Muntok, Rabu.

Ia menjelaskan, kemiskinan yang terjadi selama ini ada dua bentuk yaitu kemiskinan alamiah dan struktural. Untuk mengatasinya pemkab setempat melalui satuan kerja perangkat daerah diharapkan mengedepankan pendekatan multi disiplin yang berdimensi pemberdayaan masyarakat.

"Selain itu pendekatan melalui kelembagaan juga penting dilakukan untuk mengoptimalkan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang tersedia agar ekonomi kerakyatan yang akan diangkat memang benar-benar sesuai keinginan dan kemampuan masyarakatnya," kata dia.

Ia mengatakan, untuk mempercepat akselerasi pembangunan di daerah itu pada 2011 pemkab setempat mencanangkan beberapa program unggulan yang dinilai efisien untuk menanggulangi kemiskinan secara terpadu dan bekelanjutan.

"Program pencanangan desa mandiri menjadi alternatif program mengatasi masalah tersebut dan sampai saat ini ada beberapa desa yang berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui program unggulan tersebut," kata dia.

Ia mengatakan, program desa mandiri merupakan program dalam upaya memandirikan masyarakat baik secara ekonomi, kesehatan, tingkat pendidikan maupun keimanannya dengan pola "keroyokan" seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Bangka Barat.

"Sebelum peluncuran program desa mandiri ini, setiap SKPD memiliki perencanaan sendiri-sendiri dalam membantu masyarakat sehingga tidak tampak hasilnya, namun dengan adanya program ini pembangunan lebih terlihat karena setiap tahun hanya menjangkau beberapa desa sampai tuntas sesuai kebutuhan masyarakat," kata dia.

 Ia mengatakan, berbagai potensi unggulan yang dimiliki setiap desa merupakan modal utama untuk meningkatkan perekonomian bagi masyarakat khususnya masyarakat desa setempat. Dari situ pemkab membidik pembangunan desa mandiri yang disesuaikan dengan kekayaan SDA dan SDM, misalnya sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan kehutanan dan lainnya.

Untuk sektor kehutanan, katanya, saat ini ada 11 desa yang dianggap mampu mengembangkan kemandirian di bidang tersebut, dimana sektor ini dijadikan sebagai penggerak utama roda perekonomian masyarakat setempat.

"Di desa-desa seperti Airlimau, Pelangas dan Terentang mengembangkan potensi kehutanan berupa pengelolaan hasil hutan bukan kayu, seperti tani madu pahit dan manis, Desa dendang dan kacung dengan pengolahan resam dijadikan kerajinan anyaman, Desa Mancung dengan pengembangan gaharu dan lainnya," kata dia.

Berbagai potensi di bidang kehutanan seperti itu, menurut dia, selama ini sudah dikembangkan masyarakat setempat dengan berbagai bantuan dari pemkab agar masyarakat mampu meningkatkan ekonominya dari sektor kehutanan.

"Untuk desa yang memiliki potensi pertanian, perikanan, kelautan dan lainnya juga dikembangkan dengan pola yang sama dan secara bersama-sama seluruh SKPD terkait. DEngan pola seperti itu kami yakin setiap desa mampu mandiri dan pembangunan lebih fokus," kata dia

Pewarta: Oleh Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026