"Sementara untuk pelipatan surat suara tetap melibatkan pihak luar, karena harus ada pertanggungjawabannya. Sedangkan untuk pegawai dari KPU itu sendiri hanya sekedar membantu saja,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung segera melakukan pelipatan surat suara untuk Pemilu Presiden 2014 yang telah mereka terima pada Kamis (19/6).
"Sementara untuk pelipatan surat suara tetap melibatkan pihak luar, karena harus ada pertanggungjawabannya. Sedangkan untuk pegawai dari KPU itu sendiri hanya sekedar membantu saja," ujar Komisioner Divisi Logistik KPU Kota Pangkalpinang, Yusmayadi, Jumat.
Ia mengatakan, sebelum melakukan pelipatan surat suara, pihaknya akan melakukan simulasi terlebih dahulu untuk mengetahui berapa banyak orang yang dibutuhkan.
"Kami akan melakukan simulasi selama satu hari. Kami akan mencoba satu orang bisa melipat berapa lembar dalam satu jam. Dari situ kami baru bisa menentukan berapa orang yang akan direkrut untuk proses pelipatannya nanti," jelasnya.
Ia mengungkapkan, sebelum pelipatan surat suara dilakukan, pihaknya akan memberikan arahan kepada petugas pelipat jika terdapat surat suara rusak harus segera disingkirkan.
"Dalam proses pelipatan, para petugas lipat hanya harus berkonsentrasi pada surat suara yang rusak atau cacat, karena untuk pertukaran surat suara tidak mungkin terjadi," ujarnya.
Dikatakannya, waktu untuk pelipatan surat suara itu diberikan kurang lebih selama empat hingga lima hari. Jika sudah selesai dilipat akan dilakukan sortir jumlah terlebih dulu apakah sesuai dengan yang diperlukan.
"Setelah surat suara itu selesai dilipat akan dilanjutkan dengan proses tahapan pengepakan yang selanjutnya akan disimpan di kantor KPU hingga satu hari sebelum pemungutan suara," ujarnya.
Ia mengatakan, surat suara itu akan didistribusikan ke PPS sehari sebelum pelaksanaan Pilpres dan akan menginap satu malam sebelum didistribusikan ke TPS pada pagi besoknya.
"Surat suara yang didistribusikan dari KPU ke PPS akan dikawal ketat aparat kepolisian hingga sampai ke masing-masing TPS," katanya.
Pemilu presiden yang akan dilaksanakan pada 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo dan Hatta Rajasa.
Pewarta: Pewarta: Try Mustika HardiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.