"Stok gula pasir cukup untuk memenuhi konsumsi warga karena pasokan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera lancar,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung mencatat stok gula pasir di gudang distributor 520 ton dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga karena pasokan dari daerah sentra produksi lancar.
"Stok gula pasir cukup untuk memenuhi konsumsi warga karena pasokan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera lancar," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Dalam Negeri Disperindag Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Rabu, atas izin Kepala Disperindag Babel, Suharto.
Ia menjelaskan, stok gula pasir tersebut tersebar di gudang PT Bina Purnama sebanyak 90 ton, Globus Internusa (Belitung) 160 ton, PT Bangka Alam Sejahtera 50 ton, UD Mawar 125 ton, Akon 55 ton dan CV Bangka Putra Persada sebanyak 40 ton.
"Diperkirakan stok gula pasir ini cukup selama Ramadhan sehingga harga masih bertahan stabil," ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini permintaan gula pasir masih normal dan harga masih relatif stabil Rp12 ribu per kilogram.
"Biasanya permintaan gula pasir ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjelang perayaan hari besar agama Islam, khususnya Idul Fitri dan Idul Adha," ujarnya.
Menurut dia, saat ini permintaan gula pasir masih didominasi oleh usaha rumah tangga kecil dan menengah seperti usaha kue kering dan makanan ringan manis lainnya.
"Mudah-mudahan dengan ketersediaan stok yang mencukupi ini harga gula pasir tetap stabil saat Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri nanti," ujarnya.
Untuk itu ia mengimbau pengusaha terus meningkatkan stok sebagai antisipasi dini kenaikan harga tinggi yang akan memberatkan ekonomi warga kurang mampu.
"Hingga saat ini kebutuhan gula pasir warga masih mengandalkan pasokan dari luar, karena belum adanya pabrik pengolahan tebu menjadi gula pasir di Bangka Belitung, sehingga apabila stok kurang maka akan berdampak langsung terhadap kenaikan harga," ujarnya.
Pewarta: Oleh MulkiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.