"Olahraga memiliki sifat mempersatukan. Dan di olahraga ini kembali ke fitrah semula dengan meninggalkan status, profesi dan mengandalkan kemampuan," kata Yanuar, di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan, suatu pertandingan tidak hanya ditentukan kemampuan, namun ditentukan juga oleh nasib dan keberuntungan, karena tidak ada yang dapat memastikan jika kita dihadapkan pada kemampuan dan peluang.
"Seorang olahragawan disebut pahlawan karena Ia berhasil membawa harum nama kelompoknya. Itulah yang dimaksud mempersatukan," ujarnya.
Porprov Korpri III se-Babel tahun 2019 ini selain untuk mencari bibit atlit Korpri Provinsi, Kabupaten/Kota juga dilaksanakan guna memelihara semangat kebersamaan serta memelihara tingkat kesegaran mental dan kebugaran fisik dari hantaman rutinitas hari-hari.
Pekan Porprov Korpri III tahun 2019 dapat menumbuhkan rasa kesatuan dan kebersamaan antar anggota Korpri provinsi, Kabupaten/kota se-Babel, sekaligus mengembangkan kreatifitas dan bakat olahraga serta melatih diri lebih sportif.
"Anggota Korpri harus tetap meningkatkan soliditas dance solidaritas agar terciptanya sinergi dan kerjasama yang baik antar anggota Korpri," ujarnya.
Pewarta: Elza ElviaUploader : Adhitya SM
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.