"Berdasarkan data, APK pendidikan menengah di Kabupaten Bangka Tengah masih rendah atau masih di bawah angka rata-rata nasional sehingga perlu ditingkatkan dengan terus mendorong masyarakat untuk bersekolah,"Koba (Antara Babel) - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Sugianto, menyatakan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan menengah di daerah itu masih rendah karena berbagai sebab.
"Berdasarkan data, APK pendidikan menengah di Kabupaten Bangka Tengah masih rendah atau masih di bawah angka rata-rata nasional sehingga perlu ditingkatkan dengan terus mendorong masyarakat untuk bersekolah," katanya di Koba, Senin.
Ia menjelaskan, ada beberapa penyebab rendahnya APK yaitu keinginan siswa untuk melanjutkan pendidikan, akses pendidikan yang tidak mendukung atau jauh dari jangkauan.
"Ini yang mesti kami cari solusinya, misalnya membangun SMK di Lampur, Kecamatan Sungaiselan, yang rencananya akan direalisasikan tahun ini," ujarnya.
Menurut dia, pencapaian APK itu berdasarkan pertambahan jumlah siswa di lembaga pendidikan di masing-masing sekolah di Bangka Tengah.
"Selain itu tentu saja peningkatan akses pendidikan menengah ini juga tidak boleh melupakan peningkatan mutu pendidikan dan tidak memberikan kesan 'asal sekolah'," ujarnya.
Pihaknya membangun SMK mengingat peminatnya setiap tahun terus bertambah apalagi dibuka jurusan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja di antaranya tata boga, tata busana dan jurusan lainnya.
"Tata boga diminati dunia kerja apalagi Bangka Belitung dikenal dengan kulinernya, pariwisata dan perhotelan. Demikian juga tata busana, daerah ini selalu mengikuti perkembangan model busana," ujarnya.
Ia juga mengatakan, peningkatan APK pendidikan menengah itu sangat terkait dengan akses dan penyebaran siswa di sejumlah lembaga pendidikan, termasuk jumlah sekolah.
"Sekarang ini di Bangka Tengah jumlah SMP/MTS jauh lebih banyak dibanding SMA/SMK, sehingga siswa tamatan SMP/MTS tidak sebanding dengan siswa yang bakal diterima di SMA/SMK," ujarnya.
Pewarta: Oleh AhmadiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.