"Total ekspor Babel tersebut terbagi atas ekspor timah sebesar 249,7 juta dolar AS dan non timah sebesar 231,7 juta dolar AS,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Mei 2014 mencapai 281,4 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau naik sebesar 151,25 persen dibanding April 2014 sebesar 112 juta dolar AS.
"Total ekspor Babel tersebut terbagi atas ekspor timah sebesar 249,7 juta dolar AS dan non timah sebesar 231,7 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan, timah merupakan ekspor terbesar yaitu berperan 85,4 persen dari total ekspor selama periode Mei 2014, dengan negara tujuan utama yaitu Singapura yang mencapai 476,2 juta dolar AS (74,8 persen) dari keseluruhan ekspor timah.
Diikuti Belanda sebesar 64,5 juta dolar AS (10,1 persen), Amerika Serikat 27,2 juta dolar AS (4,3 persen), Jepang 19,2 juta dolar AS (3 persen) dan India sebesar 13,6 juta dolar AS (2,1 persen).
Sedangkan ekspor non timah pada Mei 2014 Singapura mencapai angka sebesar 13,3 juta dolar AS dengan komoditi terbesar adalah barang logam dasar diikuti Pakistan 8,5 juta dolar AS dengan komoditi ekspor terbesar crude palm oil (CPO), Malaysia 5,5 juta dolar AS dengan perikanan dan olahannya serta CPO
Selanjutnya Korea sebesar 1,2 juta dolar dengan sisa industri makanan, Tiongkok 1,1 juta dolar AS dengan karet dan Vietnam 0,7 juta dolar AS dengan lada putih, sementara ke Bangaladesh tidak ada ekspor non timah.
Ia menjelaskan, komoditi utama penyumbang ekspor non timah terbesar pada Januari-Mei 2014 berdasarkan kode Harmonized System (HS) 2 digit adalah golongan minyak atau lemak hewani nabati (HS 15) yaitu sebesar 72,6 juta dolar AS berperan 66,6 persen terhadap total ekspor non timah.
Diikuti golongan berbagai barang logam dasar (HS 83) sebesar 11,7 juta dolar AS (10,7 persen), golongan kopi, teh dan rempah (HS 09) 8,4 juta dolar AS (7,7) persen, golongan karet dan barang-barang dari karet (HS 40) 8,3 juta dolar AS (7,6 persen) serta golongan berbagai produk kimia (HS 38) 3,3 juta dolar AS (3 persen).
"Apabila dibandingkan dengan April 2014, terjadi peningkatan ekspor pada lima golongan barang tersebut yaitu sebesar 239,8 persen, yang terbesar terjadi pada golongan berbagai barang logam dasar (HS 83) dan produk kimia (HS 38) yaitu dari tidak ada menjadi 5,9 juta dolar AS dan 1,4 juta dolar AS," katanya.
Pewarta: Oleh MulkiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.