"Stok kacang tanah cukup dan harga masih bertahan normal, permintaan warga juga masih stabil sejak memasuki Ramadhan hingga kini,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung (Babel), mencatat stok kacang tanah di gudang distributor daerah itu sebanyak 25 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan warga selama Ramadhan dan Idul Fitri 2435 Hijriah.

"Stok kacang tanah cukup dan harga masih bertahan normal, permintaan warga juga masih stabil sejak memasuki Ramadhan hingga kini," kata Kepala Seksi Pengadaan dan Penyaluran Dalam Negeri Disperindag Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Minggu. Atas izin Kepala Disperindag Babel, Suharto.

Ia menjelaskan sebanyak 25 ton stok kacang tanah tersebut, tersebar di gudang PT Bangka Alam Sejahtera lima ton, Akon lima ton dan CV Bina Purnama Jaya 15 ton.

"Saat ini pasokan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa, Sumatera dan daerah lainnya masih lancar dan diperkirakan stok ini akan terus bertambah karena pengusaha selalu mendatangkan pasokan secara rutin," ujarnya.

Biasanya permintaan kacang tanah meningkat menjelang Idul Fitri karena merupakan bahan untuk membuat hidangan saat lebaran.

Harga kacang tanah bertahan normal (belum dikupas) Rp19.000 per kilogram, harga kacang kedelai impor Rp10.000 per kilogram, sementara harga kacang hijau Rp20.000 per kilogram.

"Harga kacang tanah masih stabil demikian juga dengan harga kacang kedelai dan kacang hijau karena persediannya cukup dan dapat memenuhi permintaan warga selama Ramadhan," ujarnya.

Marhoto mengatakan untuk mengantisipasi kenaikan harga yang tinggi pihaknya memperketat pengawasan untuk mencegah terjadinya penimbunan komoditas itu karena untuk memenuhi kebutuhan warga distributor masih mengandalkan pasokan dari Pulau Jawa dan Sumatera.

"Jika pasokan kurang dan permintaan meningkat maka pedagang akan menaikkan harga komoditas tersebut, demikian juga sebaliknya jika permintaan turun," ujar Marhoto.


Pewarta: Oleh Mulki
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026