"Pada tahun-tahun sebelumnya masih di kisaran delapan ton per hari, namun volume tersebut semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan perumahan di ujung barat Pulau Bangka tersebut,"Muntok (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mencatat sampah rumah tangga di wilayah Kota Muntok mencapai 13 ton per hari, atau mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Pada tahun-tahun sebelumnya masih di kisaran delapan ton per hari, namun volume tersebut semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan perumahan di ujung barat Pulau Bangka tersebut," ujar Kepala Bidang Kebersihan dan Persampahan Badan LingkUngan Hidup Daerah Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Rusila Jaya, di Muntok, Rabu.
Ia mengatakan, jumlah volume sampah, baik organik maupun nonorganik di daerah itu akan terus meningkat dan akan membawa dampak terhadap kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat jika tidak segera ditangani serius.
"Volume sampah 13 ton per hari tersebut hanya dari tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Tanjung, Sungai Baru dan Sungai Daeng, kami harapkan masyarakat memahami hal ini dan bisa lebih dini mengatasinya jangan sampai limbah rumah tangga ini menjadi masalah di kemudian hari," kata dia.
Dengan volume sebesar itu, kata dia, jika dibiarkan menumpuk tanpa adanya penanganan khusus, diperkirakan sampah itu akan menjadi masalah pada 20 hingga 30 tahun ke depan.
Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat dan kelompok warga untuk memilah sampah mulai dari tingkat keluarga dan membiasakan anggota keluarganya untuk menjaga kebersihan lingkungan serta membiasakan membuang sampah pada tempatnya.
"Produksi sampah rumah tangga selama ini masih menjadi tanggung jawab petugas kebersihan atau pasukan kuning, kami harapkan ke depan ada perubahan pengelolaan dan pengolahan sampah rumah tangga, minimal sampah sudah dipilah terlebih dahulu di tingkat rumah tangga sebelum dibuang di tempat sampah," katanya.
Untuk merealisasikan hal itu, katanya, mulai tahun ini pihaknya akan memulai dengan membuat proyek percontohan pengelolaan sampah, minimal di satu tempat di Kota Muntok.
"Nantinya pengelolaan dan pengolahan sampah rumah tangga tersebut akan ditangani kelompok warga, mereka akan memilah ulang sampah rumah tangga tersebut untuk dijadikan barang yang lebih berguna, misalnya untuk sampah organik dibuat menjadi pupuk, sampah plastik menjadi bijih plastik atau berbagai kerajinan yang tentunya bernilai lebih," kata dia.
Selain menjalankan fungsi pendampingan dan pembinaan kepada kelompok warga, kata dia, pemkab juga akan mencarikan pihak ketiga yang bisa menjadi pemasaran atau penampung produk kelompok tersebut sehingga kelompok bisa berjalan dengan baik sampai mandiri.
Untuk sampah-sampah yang tidak bisa termanfaatkan, menurutnya, akan dikirim ke tempat pembuangan akhir.
"Dengan pola pengelolaan sampah di kelompok masyarakat seperti itu, kami yakin volume sampah di TPA akan terkendali dan biaya operasional juga berkurang, pola ini juga akan berimbas kepada warga karena secara ekonomi mereka akan terbantu," kata dia.
Pewarta: Oleh Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026