"Berdasarkan pantauan petugas pada Senin (11/8) stok kacang tanah cukup dan harga masih bertahan normal, seiring permintaan warga kembali stabil usai Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung mencatat stok kacang tanah di gudang distributor sebanyak 20 ton atau mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga di daerah itu.

"Berdasarkan pantauan petugas pada Senin (11/8) stok kacang tanah cukup dan harga masih bertahan normal, seiring permintaan warga kembali stabil usai Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Dalam Negeri Disperindag Marhoto di Pangkalpinang, Selasa. Atas izin Kepala Disperindag Babel, Suharto.

Ia menjelaskan sebanyak 20 ton stok kacang tanah tersebut, tersebar di gudang PT Bangka Alam Sejahtera 10 ton dan CV Bina Purnama Jaya 10 ton.

"Saat ini pasokan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa, Sumatera dan daerah lainnya sudah mulai lancar dan diperkirakan stok ini akan terus bertambah karena pengusaha selalu mendatangkan pasokan secara kontinu," ujarnya.

Menurut dia, permintaan kacang tanah sudah normal karena biasanya permintaan meningkat saat hari besar keagamaan, seperti Lebaran Idul Fitri, Idul Adha atau pun hari besar keagamaan lainnya.

Harga kacang tanah bertahan normal (belum dikupas) Rp17.000 per kilogram, harga kacang kedelai impor Rp1.000 per kilogram, sementara harga kacang hijau Rp18.000 per kilogram.

"Harga kacang tanah stabil demikian juga dengan harga kacang kedelai dan kacang hijau karena persediannya cukup dan dapat memenuhi permintaan warga," ujarnya.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi kenaikan harga yang tinggi pihaknya memperketat pengawasan untuk mencegah penimbunan, karena untuk memenuhi kebutuhan warga distributor masih mengandalkan pasokan dari Pulau Jawa dan Sumatera.

"Jika pasokan kurang dan permintaan meningkat maka pedagang akan menaikan harga komoditas tersebut, demikian juga sebaliknya," ujarnya.



Pewarta: Pewarta: Mulki
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026