"Sampai dengan saat ini belum ada dampak signifikan akibat kisruh ketetapan harga solar yang rencananya dinaikan oleh pihak Pertamina kepada PLN di klausul kontrak mendatang,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Staf Humas PT PLN Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Aman Limbong mengakui, kondisi listrik di daerah tersebut sampai kini aman meskipun terjadi kisruh ketetapan harga solar di tingkat PLN pusat dan Pertamina.

"Sampai dengan saat ini belum ada dampak signifikan akibat kisruh ketetapan harga solar yang rencananya dinaikan oleh pihak Pertamina kepada PLN di klausul kontrak mendatang," katanya di Pangkalpinang, Senin.

Ia menegaskan, hingga beberapa waktu ke depan kondisi kelistrikkan di negeri serumpun sebalai ini masih terbilang aman dan terkendali.

"Kalaupun ada pemadaman itu lebih dikarenakan gangguan teknis yang kerap terjadi di lapangan, bukan akibat kurangnya suplai BBM," kata Aman Limbong.

Menurutnya, permasalahan terkait klausul harga BBM di pusat akan mampu diselesaikan sebab kementerian energi sumber daya mineral turut turun tangan dan mengintervensi kedua belah pihak untuk mendapatkan solusi terbaik.

"Saat ini perusahaan listrik tenaga diesel di wilayah Babel masih menunggu instruksi dan kebijakan dari kantor pusat terkait kondisi yang kini tengah merebak dilevel nasional, tidak terkecuali terkait klausul harga BBM," jelasnya.

Ia berjanji, meskipun nantinya terjadi kenaikan harga BBM namun PLN akan berusaha untuk terus menjaga stabilitas kondisi listrik di daerah ini sehingga tidak merugikan pelanggan.

"Diharapkan penetapan harga BBM antara PLN dan Pertamina dapat terselesaikan dengan baik tanpa harus merugikan salah satu pihak," ujar Aman Limbong.

Ia mengimbau agar masyarakat turut berperan untuk menjaga kestabilan listrik dengan cara berhemat dan menggunakan perlengkapan listrik seperlunya saja.

"Masyarakat harus pintar menghemat pemakaian listrik dalam lingkup rumah tangga demi menjaga kecukupan listrik dan demi kepentingan bersama," ujarnya.

Pewarta: Oleh Septi Artiana
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026