"Kualitas bahannya kurang memuaskan, selain itu ukurannya kekecilan tidak sesuai dengan ukuran badan,"
Muntok (Antara Babel) - Pengadaan jas pelantikan untuk 25 orang anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, periode 2014-2019 menuai protes karena bahannya dinilai kurang berkualitas, dan tidak sesuai dengan badan penggunanya.


"Kualitas bahannya kurang memuaskan, selain itu ukurannya kekecilan tidak sesuai dengan ukuran badan," kata anggota DPRD Bangka Barat terpilih, Davitri di Muntok, Rabu.


Ia mengatakan, beberapa anggota DPRD lainnya juga mengeluhkan mengenai ukuran jas yang akan dipakai dalam pelantikan, pada Rabu (17/9) sore di gedung DPRD setempat.


"Jas pelantikan berwarna gelap itu dipesan dari seorang tukang jahit di Batu Rusa, Sungailiat, Kabupaten Bangka dan kami hanya menerima saja," ujarnya.


Ia menyayangkan kondisi jas yang kurang nyaman dipakai karena ukurannya tidak sesuai dengan kondisi badan masing-masing anggota DPRD yang akan dilantik.


"Padahal sebelumnya sudah diukur sesuai dengan ukuran badan masing-masing anggota DPRD, tetapi kenapa ukurannya kekecilan," ujarnya.


Sementara seorang warga Muntok, Syamsiar mengatakan, pihak yang mengadakan jas untuk wakil rakyat itu harus bertanggung jawab terkait bahan dan ukuran yang tidak memuaskan.

"Wajar anggota DPRD protes karena kondisi jas demikian jelas tidak nyaman dipakai. Ini bukan kesalahan anggota DPRD terpilih, mereka hanya menerima saja kesalahan ada di pihak pengadaan," ujarnya.


Hal yang sama juga dikatakan Mardian, warga yang lainnya menyatakan pengadaan jas pelantikan ini harus dipertanyakan jika memang kualitas bahan dan ukurannya tidak sesuai.


"Kalau ini pengadaan, harus transparan, nilainya berapa dan apakah barang sudah sesuai dengan harganya," ujarnya.

Pewarta: Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026