"Ketika mereka dilantik sebagai anggota DPRD maka kapasitasnya sudah melekat, kalau bicara harus dikaji dampaknya, bukan seperti bicara di warung kopi,"
Muntok (Antara Babel) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rustam Efendi mengatakan, anggota DPRD tidak boleh bicara serampangan karena kapasitasnya sebagai penentu untuk menciptakan pembangunan  terarah dan masyarakat yang makmur.

"Ketika mereka dilantik sebagai anggota DPRD maka kapasitasnya sudah melekat, kalau bicara harus dikaji dampaknya, bukan seperti bicara di warung kopi," katanya saat menghadiri pelantikan anggota DPRD Bangka Barat di Muntok, Rabu.

Ia mengatakan, kendati anggota DPRD merupakan aspirator namun harus dipahami bahwa ada koridor yang mengatur sebagai wakil rakyat.

"Dalam undang-undang sudah diatur bahwa pemerintah itu adalah bupati dan DPRD, maka kami berharap anggota DPRD yang baru ini bisa membangun kemitraan dan sinergitas dengan kepala daerah untuk kepentingam bersama," ujarnya.

Ia menjelaskan, DPRD adalah mitra dan silahkan melakukan kritik namun muaranya adalah untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.

"Saya berharap DPRD bekerja bisa menyelaraskan dengan kepentingan daerah, boleh mengkritisi dan memberi saran namun mesti bersifat membangun dan memberikan solusi," ujarnya.

Menurut dia, mengkritisi tanpa ada solusi dikhwatirkan menimbulkan opini yang kurang baik di masyarakat sehingga bisa mencederai harmonisasi antara legislatif dengan eksekutif.

"Satu yang harus diingat, kendati dipilih setelah memakai kendaraan partai politik namum setelah menjadi wakil rakyat harus melebur menjadi satu visi dan misi yaitu berbuat untuk rakyat," ujarnya.

Menurut dia, persoalan yang terjadi di tingkat DPR RI tidak harus dibawa ke daerah dan biarkan gendang ditabuh namun daerah tidak menari mengikuti irama gendang.

"Daerah tetap fokus berbuat untuk rakyat, ciptakan suasana yang kondusif sehingga investor tertarik berinvestasi di daerah ini yang berimbas terhadap geliat ekonomi masyarakat," ujarnya.

Pewarta: Oleh Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026