Muntok, (ANTARA Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, membutuhkan unit pelayanan kesehatan khusus untuk memenuhi kebutuhan pasien yang selama ini melakukan perawatan ke luar daerah.

"Unit khusus kanker dan cuci darah sampai saat ini belum ada, sehingga pasien harus dirujuk ke luar daerah dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit," kata Kepala Bidang Pelayanan Medik Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Rudi Faizul di Muntok, Selasa.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kata dia, pihaknya pada 2013 akan mengusulkan agar pemkab bisa membangun dua unit penting itu untuk bisa direalisasikan secepatnya.

"Jika langkah ini berhasil, kami yakin pemkab sendiri juga akan terbantu karena selama ini biaya untuk dua pelayanan kesehatan tersebut cukup tinggi yang diambil langsung dari anggaran Jamkesra," ujarnya.

Meskipun seluruh biaya kesehatan warga di daerah itu ditanggung pemerintah melalui program jamkesra, namun menurut dia, jika pasien harus melakukan perawatan kesehatan ke luar daerah maka anggaran itu akan masuk ke kas daerah lain,

"Padahal jika bisa dilayani di daerah, anggaran tersebut akan kembali lagi ke daerah, itulah salah satu keuntungan memiliki fasilitas unit khusus, tidak seperti saat ini dimana biaya dikeluarkan di luar daerah dan menambah PAD daerah lain," kata dia.

Ia mengatakan, unit cuci darah dibutuhkan karena pasien pengidap penyakit gagal ginjal akan secara rutin melakukan cuci darah. Selain memutar anggaran dalam daerah, adanya unit cuci darah tersebut juga diharapkan cukup membantu masyarakat meringankan biaya transportasi.

Menurut dia, lokasi yang tepat untuk pembangunan unit cuci darah dan kemoterapi untuk pasien penderita kanker bisa direalisasikan di RSUD Sejiran Setason Muntok.

"Jika disetujui di RSUD Sejiran Setason cukup cocok karena rumah sakit daerah itu memiliki kapasitas untuk dibangun unit khusus, lahan masih luas dan kapasitas listrik pun cukup untuk itu," kata dia.


: Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026