"Dengan memberikan pelayanan ini setidaknya bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti program KB dan memberikan hasil nyata bagi keberhasilan program tersebut,"Sungailiat (Antara Babel) - Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung memberikan pelayananan pemasangan implan secara gratis guna meningkatkan kesadaran masyarakat di daerah itu untuk mengikuti program KB yang dianggap masih rendah.
"Dengan memberikan pelayanan ini setidaknya bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti program KB dan memberikan hasil nyata bagi keberhasilan program tersebut," kata Kepala BKBPP Kabupaten Bangka, Sutrisno di Sungailiat, Senin.
Ia mengatakan, dengan mengikuti program KB diharapkan dapat mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dengan cara mengatur kelahiran anak.
"Diharapkan dengan program KB ini masyarakat dapat mengatur kelahiran anak sesuai dengan kekuatan ekonomi yang mereka miliki," katanya.
Ia mengatakan, laju pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi saat ini harus diimbangi dengan cara mengendalikan laju pertumbuhannya sehingga seimbang dengan program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Program nyata yang telah dan akan terus kita galakkan dalam upaya menekan laju angka pertumbuhan penduduk yakni dengan menekan angka kelahiran dengan pengaturan kehamilan dan menekan angka perkawinan muda tidak terencana," katanya.
Selain itu, kata dia, pihaknya akan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat dari sisi kesehatan baik kesehatan reproduksi bagi ibu serta keberlangsungan hidup ibu dan bayi.
"Keberhasilan program KB akan sangat ditunjang oleh tingkat pemahaman dan tingkat ekonomi masyarakat itu sendiri," katanya.
Ia mengatakan, mengikuti anjuran pemerintah untuk menerapkan program KB dalam lingkungan keluarga sebenarnya banyak memberi manfaat pada keluarga itu sendiri.
"Bukan saja karena dengan mengikuti KB maka kesehatan ibu menjadi lebih terjaga, kehamilan tidak diinginkan dapat dicegah dan keharmonisan keluarga dapat ditingkatkan, tetapi secara tidak langsung akan mencegah anak kekurangan gizi, tumbuh kembangnya lebih terjamin serta kebutuhan ASI Eksklusif selama enam bulan relatif dapat terpenuhi," katanya.
Pewarta: Oleh: KasmonoEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.