Muntok, (ANTARA Babel) - Komisi II DPRD Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, menargetkan pada 2013 Badan Usaha Milik Daerah Bangka Barat Sejahtera (BUMD BBS) mampu menutup kerugian yang dialami pada 2012 yaitu sebesar Rp108 juta.

"Kami minta direksi BUMD BBS lebih serius dan kerja keras untuk mencapai target relistis tersebut, karena selama ini peruhasaan milik daerah itu selalu merugi dan otomatis membebani APBD kabupaten," ujar Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bangka Barat, Ivan Wahyudi di Muntok, Rabu.

Untuk merealisasikan target tersebut, menurut dia, BUMD BBS harus lebih jeli melihat peluang bisnis yang ada di daerah, bukan hanya di kabupaten namun sampai Provinsi Babel, karena peluang itu masih terbuka lebar.

Ivan mengatakan, pada 2012 BUMD BBS yang memiliki modal awal Rp1 miliar mengalami kerugian sebesar Rp108 juta, dengan sisa anggaran pada kas perusahaan sebesar Rp359.121.916.

Berdasarkan rapat dengar pendapat antara Komisi II dengan jajaran Direksi BUMD BBS pada 15 Januari lalu, pihak BUMD BBS menyebutkan modal awal sebesar Rp1 miliar tersebut digunakan sebagai modal perbaikan gedung yang dimanfaatkan untuk usaha perbengkelan di gedung bengkel milik PT Timah,

Selain itu, modal usaha juga dimanfaatkan untuk perbaikan kantor, pembayaran gaji pegawai honorarium sebanyak tujuh orang dan jajaran direksi tiga orang, serta untuk menambah kelengkapan usaha pujasera di lokasi bengkel dan modal pengepulan karet mentah.

Dengan kondisi keuangan yang terus merugi setiap bulannya tersebut, Komisi II sebagai mitra BUMD berharap direksi segera mencari peluang lain untuk menutup kerugian dan tidak tidak terus merugi dengan memanfaatkan berbagai peluang usaha yang masih terbuka di daerah itu.

"Jalur penyeberangan Muntok-Jalur, Sumatera Selatan yang kapasitasnya cukup padat, sampai saat ini masih dilayani dengan perahu ketek, ini jika BUMD serius sebenarnya bisa dikembangkan dan menjadi peluang menambah pendapatan," ujarnya.

BUMD bisa saja menggandeng pihak investor untuk mengembangkan transportasi laut yang lebih layak dan mengutamakan keselamatan penumpang, yaitu kapal cepat seperti yang digunakan dalam penyeberangan Muntok-Palembang.

"Kami yakin peluang itu bisa mendatangkan keuntungan cukup lumayan, nanti kalau sudah ketemu dengan investor dapat dirinci kembali pembagian hasilnya seperti apa, BUMD menjadi jembatan dalam pengurusan berbagai perizinan dan lainnya dengan pemkab setempat," kata dia.

Selain peluang tersebut, ketersediaan es batu untuk kepentingan nelayan juga bisa menjadi salah satu peluang bagi BUMD BBS untuk mengembangkan bisnisnya,karena selama ini belum ada satu pun pabrik es di daerah itu, padahal kebutuhan nelayan cukup tinggi.

Ia menambahkan, kerja sama dalam berbagai hal seperti pertanian, kelautan, perdagangan dan lainnya antara Pemkab Bangka Barat dengan Banyuasin, Sumatera Selatan pada 2012 menyediakan banyak peluang untuk bisa dikembangkan.

"Dengan berbagai peluang tersebut, BUMD BBS bisa memanfaatkan peluang kerja sama dengan para investor tanpa harus mengeluarkan modal yang cukup besar yang diambil sepenuhnya dari APBD," kata dia.


: Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026