"Saat ini, pasokan lada putih dari petani ke pedagang pengumpul kurang untuk memenuhi permintaan eksportir yang cukup tinggi," ujar pedagang pengumpul lada putih, Ellan di Pangkalpinang, Kamis.
Ia menjelaskan, pasokan lada putih berkurang, karena petani masih enggan menjual hasil kebunnya, karena mereka menilai harga lada putih yang masih bertahan Rp75 ribu per kilogram belum bisa mengembalikan modal pengolahan lahan, perawatan, pupuk, bibit tanaman lada yang tinggi.
"Biasanya, pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, petani berlomba-lomba menjual hasil kebun ladanya, karena meningkatnya kebutuhan mereka untuk merayakan Maulid Nabi, namun sekarang, transaksi masih sepi, sehingga kami sulit memenuhi permintaan eksportir lada," ujarnya.
Ia mengatakan, sepinya transaksi lada juga dipengaruhi oleh harga karet yang mulai naik, sehingga petani masih menyimpan ladanya sambil menunggu harga lada kembali naik.
"Dalam sepekan terakhir, transaksi lada hanya bisa terkumpul 370 per minggu, padahal sebelumnya bisa mencapai 800 hingga 900 kilogram per minggu," ujarnya.
Menurut dia, petani lada masih enggan menjual panen ladanya, karena hasil penjualan karet masih bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi keluarganya.
"Sebagian besar petani lada juga memiliki kebun karet, makanya saat harga karet mahal petani belum mau menjual ladanya, karena lebih baik disimpan dan dijual saat harga lebih tinggi," ujarnya.
Hardi, pedagang pengumpul lainnya, mengatakan, transaksi lada kembali sepi jika dibandingkan sebelumnya saat harga lada mencapai Rp60 ribu perkilogram.
"Transaksi lada saat ini hanya bagi petani lada yang tidak memiliki lahan karet ataupun pekerjaan lainnya, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka harus menjual ladanya," ujarnya.
Menurut dia, diperkirakan transaksi lada akan kembali meningkat seiring harga lada kembali membaik sehingga petani tertarik untuk menjual hasil panennya.
"Selama harga lada masih bertahan murah transaksi lada masih akan sepi selain itu masyarakat belum butuh biaya yang besar sehingga ladanya masih disimpan karena lada bisa disimpan sampai bertahun-tahun," ujarnya.
: Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.