"Diperkirakan stok beras di gudang distributor ini akan terus bertambah karena pengusaha tersebut selalu mendatangkan pasokan secara kontinu,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok beras di gudang distributor Provinsi Bangka Belitung (Babel), mencapai 3.811 ton dan harga bertahan normal seiring pasokan dari daerah sentra produksi padi di Pulau Jawa dan Sumatera lancar.
"Diperkirakan stok beras di gudang distributor ini akan terus bertambah karena pengusaha tersebut selalu mendatangkan pasokan secara kontinu," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel Marhoto di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan, sebanyak 3.811 ton beras tersebut tersebar di gudang distributor PT Bina Purnama Bersama sebanyak 550 ton, PT Bangka Alam Sejahtera sebanyak 380 ton, PT Cahaya Abadi 36 ton, Akon 170 ton, Bulog 1.660 ton, Toko Hartono 45 ton.
Selanjutnya stok beras di toko Kim Nyuk sebanyak 25 ton, di gudang distributor UD Mawar Jaya sebanyak 500 ton, CV. As sebanyak 20 ton, PT Globus Internusa 425 ton.
"Stok beras masih aman harga diperkirakan akan terus normal yaitu Rp10.500 per kilogram, jadi selama pasokan lancar dan permintaan stabil masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kenaikan harga makanan pokok itu," ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini, permintaan beras belum menunjukan peningkatan yang signifikan karena daya beli yang masih lesu seiring banyak warga tidak lagi melakukan penambangan bijih timah.
"Saat ini, warga takut menambang timah seiring aparat kepolisian gencar melakukan penertiban tambang rakyat, sehingga berdampak langsung terhadap ekonomi warga yang menurun," ujarnya.
Menurut dia, selama ini, timah merupakan pekerjaan utama warga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka dan pada saat penambangan rakyat itu dilarang maka penambang timah ini sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Dalam kondisi ini, kami berharap penambang timah ini mencari pekerjaan lainnya atau mengurus surat izin penambangan ke instansi terkait," ujarnya.
Pewarta: Pewarta: MulkiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.