"Tingginya harga daging sapi ini seiring menurunya pasokan daging dari daerah sentra produksi daging yaitu Madura, karena pengaruh cuaca buruk di perairan Babel,"kata salah seorang pedagang daging Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Yadi di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan, harga daging sapi biasanya Rp70 ribu per kg dan terjadi kenaikan secara bertahap sejak dua pekan lalu dan bertahan hingga sekarang.
Menurut dia, gejolak harga daging sapi di pasaran memang sering terjadi menjelang hari raya atau saat cuaca buruk seperti saat ini.
Yadi memperkirakan akan terus terjadi kenaikan harga daging mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan dalam waktu dekat sudah memasuki Hari Raya Imlek.
"Jika pengiriman daging dari daerah sentra produksi daging tidak stabil atau cenderung menurun pasti memasuki Februari 2013 akan terjadi kenaikan harga, karena permintaan daging dari para masyarakatterus meningkat," ujarnya.
Selain itu, kata dia, harga daging ayam kampung juga masih bertahan tinggi yaitu Rp60 ribu per kg dan daging ayam Broiler bertahan Rp40 ribu per kg.
Yadi berharap perkembangan harga daging dan pasokan daging dari daerah produksi bisa kembali normal agar tidak memberatkan pedagang dan konsumen.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindurtaian dan Perdagangan Babel, Ridwan mengatakan akan melakukan pemantauan secara ketat untuk mengantisipasi adanya pelonjakan harga kebutuhan pokok maupun barang lainnya agr tidak memberatkan konsumen.
"Kami bersama tim akan terus melakukan pemantaun perkembangan harga kebutuhan pokok di tingkat pedagang distributor untuk mengantisipasi adanya permainan harga yang cenderung memberatkan konsumen," ujarnya.
Ia mengatakan, jika nantinya da pedagang atau oknum yang secara sengaja mempermainkan harga kebutuhan pokok dan barang, maka pemerintah akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.
Editor : Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.