"Pasokan itu akan terus bertambah karena pelaku usaha yang bersangkutan mendatangkannya secara kontinyu dan harga masih bertahan stabil,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung mencatat stok jagung di daerah itu sebanyak 150 ton dan itu cukup untuk memenuhi permintaan.
"Pasokan itu akan terus bertambah karena pelaku usaha yang bersangkutan mendatangkannya secara kontinyu dan harga masih bertahan stabil," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindag Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan, harga jagung pipilan kering (bukan untuk pakan ternak unggas) masih bertahan Rp7.000 per kilogram, meskipun harga BBM sudah naik.
"Kenaikan harga BBM yang terjadi saat ini belum berdampak terhadap kenaikan harga jagung sementara pasokan lancar dan permintaan normal," ujarnya.
Menurut dia, kemungkinan harga jagung akan naik menyusul kenaikan harga BBM dan diimbau kepada pelaku usaha itu untuk bijaksana dalam menyikapi kenaikan harga.
"Diharapkan kepada pelaku usaha itu jangan menaikkan harga sesuka hati, apalagi sampai menimbun stok yang membuat barang langka sehingga harga naik setinggi-tingginya," ujarnya.
Selanjutnya, kata dia, untuk memenuhi permintaan konsumen pasokan itu didatangkan dari daerah Jawa dan Sumatera karena pasokan lokal belum dapat memenuhi permintaan warga.
"Hasil petani lokal belum dapat memenuhi permintaan konsumen karena rata-rata warga banyak bekerja sebagai panambang bijih timah dibanding menjadi seoraang petani atau pun peternak," ujarnya.
Pewarta: Oleh: MulkiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.