Pangkalpinang, (Antara Babel) - Sejak awal 2013 di sepanjang jalan Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mulai dihiasi berbagai baliho para kader yang akan maju sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Pangkalpinang 2013-2018.

Hampir diseluruh ruas jalan, baik di perkotaan maupun di pedesaan, sudah dihiasi dengan berbagai macam foto diri para calon, baik dari kalangan anak muda hingga golongan tua, yang tentunya sudah lihai dalam permainan politik di daerah itu.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Irianto Tahor, pemasangan baliho itu merupakan langkah pertama yang dilakukan para tokoh masyarakat untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Nantinya masyarakat mulai mengenal para tokoh tersebut apakah pantas menjadi pemimpin atau tidak," ujarnya.

Akan tetapi, para kader partai yang juga merupakan calon pemimpin kota yang sudah memasang baliho itu sudah bisa maju menjadi calon wali kota dan wakil wali kota Pangkalpinang, tetapi harus bersaing terlebih dahulu di internal partai masing-masing sehingga mereka mendapat kendaraan atau masa dalam pencalonan tersebut.

Persaingan inilah yang menjadikan suasana politik mulai memanas dan bahkan dalam beberapa kader di iternal partai sudah saling menggulkan diri sendiri maupun kadernya.

Misalnya Irianto Tahor yang merupakan kader Partai Golkar mengaku sudah mendapat dari 36 kelurahan di Pangkalpinang, sehingga menganggap dirinya meruapakan kader terkuat untuk maju sebagai calo wali kota dari partai berlambang pohon beringin tersebut.

Selain itu, untuk membuktikan keseriusannya dalam bursa pencalonan wali kota dirinya langsung mengundurkan diri sementara sebagai Ketua DPD II Golkar Kota Pangkalpinang.

Sementara itu, calon lain, Hermanto alias Aliong sebagai kader Partai Golkar mengaku mendapat dukungan penuh dan calon yang paling kuat dari Partai Golkar.

Sebagai buktinya semua semua kader partai Golarka terus memasang baliho dan terlihat saling bersaing di sempanjang jalan protokol dan pedesaan Pangkalpinang.

Melihat hiruk pikuk bursa pencalonan wali kota yang terlihat dari banyaknnya pemasangan baliho para kader partai dan nonpartai mengakibatkan banyak kalangan masyarakat angkat bicara.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bangka Belitung menyatakan, belum dapat menertibkan baliho kontestan pemilihan wali kota (Pilwako) yang marak di jalan-jalan Kota Pangkalpinang, karena dianggap belum resmi.

"Masalahnya, para tokoh yang ada di baliho-baliho tersebut bukan calon wali kota atau kontestan pilwako resmi karena belum ada penetapan dari KPU," kata Anggota Bawaslu dari Divisi Penindakan Pelanggaran, Bagong Susanto.

Dikatakan Bagong, penertiban oleh Panwaslu atau pemberian sanksi dari Bawaslu berlaku hanya bagi kontestan resmi pemilihan kepala daerah.

"Kalau KPU sudah menetapkan siapa-siapa calonnya, maka mereka baru boleh melakukan kampanye terbuka dan memasang alat peraga di tempat umum, termasuk baliho, pada saat itu, kalau ada yang melanggar baru bisa diberi sanksi," katanya.

Atmosfir pemilihan kepala daerah di Kota Pangkalpinang sudah terasa sejak akhir tahun 2012. Di beberapa sudut jalan di Kota Pangkalpinang telah terpasang baliho-baliho para tokoh masyarakat yang akan maju menjadi calon wali kota.

Padahal, tahap pencalonan wali kota sendiri baru akan dimulai pada 11 Februari 2013. Sementara itu, pemungutan suara akan dilaksanakan pada 26 Juni 2013.

Selain itu, Anggota Komisi I DPRD Babel, Aksan Visyawan ditanya terkait kontroversi pemasangan baliho para kader yang akan maju sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Pangkalpinang yang juga ikut dalam kancah bursa pencalonan wali kota mengatakan sebagai wakil rakyat, saya jadi merasa dikritisi juga.

Pemasangan baliho, pada dasarnya dinilai tidak bermasalah, asal ada tujuannya dan tidak merugikan orang lain.

"Saat ini pemasangan baliho terkadang diarahkan ke promosi politik walaupun konteks dalam penulisan balihonya sekedar ucapan selamat hari raya atau ucapan lainya," ujarnya.

Menurut Aksan, sebaiknya pemerintah kota, sebagai pihak yang paling bertanggung jawab karena yang memiliki wilayah di daerah itu, segera mengambil tindakan.

"Jika balihonya sudah rusak dan mengganggu pemandangan wajib ditertibkan agar tidak merusak keindahan kota," ujar dia.

Kemungkinan, pada saat partai masing-masing telah menetapkan untuk mengusung calon mereka, baliho baru bisa ditertibkan.

Dengan demikian, pengawasan akan lebih mudah dilakukan.

        
Diragukan

Dalam perjalan bursa pencalonan para kader yang akan maju sebagai calon wali kota dan wakil wali kota ada beberapa partai politik yang telah menemukan titik terang atau keputusan dari partai untuk mengusung salah satu kandididat yang akan maju dan memenangkan Pilkada pada Juni 2013.

Salah satu partai yang sudah memutuskan nama pasangan calon yang akan maju adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

sebelumnya Rustam Effendi yang merupakan Ketua DPD PDIP Babel sudah memutuskan akan mengusung Irwansyah-Syamsumin untuk maju calon wali kota dan wakil wali kota Pangkalpinang.

Namun belakangan keputusan itu mulai goyah dan dipertanyan beberapa pihak dan Rustam mengatakan sampai dengan Senin (14/1) pasangan tersebut baru ditetapkan secara de facto belum secara de jure.

"SK dan rekomendasi resmi dari DPP belum keluar. Kalau DPP menghendaki perubahan pasangan bisa saja. Akan tetapi perubahan tersebut bisa saja hanya di posisi wakil," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan kembali dipanggil DPP PDIP dalam waktu dekat.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Babel, Djunaidi Thalib mengatakan semua itu hanya permainan politik saja dan dirinya berharap masyarakat jangan sampai mudah dipermainkan oleh politik.

"Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya bisa mengubah kota yang kecil ini menjadi kota yang berarti dan menjadi teladan bagi daearh lainnya," ujarnya.

Di sisi lain, Djunaidi sangat memuji kinerja Wali Kota Pangkalpinang Zulkarnain Karim yang dinilainya baik.

"Kinerjanya selama sepuluh tahun menjabat sebagai wali kota sudah banyak memberikan perubahan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Pangkalpinang," ujarnya.

Menurut dia, selama kepemimpinan Zulkarnain, banyak berdiri bangunan-bangunan baru sebagai sarana pendukung perekonomian masyarakat di daerah itu.

Oleh karena itu, menurut dia, calon wali kota yang mengikuti Pilkada Pangkalpinang 2013 jika terpilih wajib memiliki agenda untuk melanjutkan dan mengembangkan pembangunan yang sudah dicapai tersebut.

Djunaidi yang merupakan salah satu kandidat Wali Kota Pangkalpinang itu tidak menepis bahwa masih ada kekurangan yang perlu dibenahi agar Pangkalpinang yang merupakan ibu kota Provinsi Babel bisa menjadi cerminan daerah yang baik bagi masyarakat luar.

"Saya sebagai kader dari Partai Golkar yang akan maju dalam bursa pencalonan wali kota tentu memiliki visi dan misi untuk kemajuan Pangkalpinang, termasuk untuk menyempurnakan pembangunan yang dilakukan Zulkarnain," kata Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Kota Pangkalpinang tersebut.

Dalam bursa pencalonan wali kota dan wakil wali kota Pangkalpinang dihiasi oleh para kader yang berlatar belakang berbeda-beda dan menganggap dirinya memiliki pengalaman dan kekuatan untuk bisa memenangkan Pilkada pada Juni 2013.

Beberapa kader misalnya ada yang berlatarbelakangkan dari kalangan PNS, DPRD, anggota partai politik dan tokoh masyarakat.

Sebagai contoh, Ruslan Jaya yang merupakan mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Bangka Selatan megatakan dirinya siap maju sebagai calon wali kota karena mendapat dukungan dari masyarakat.

"Saya nantinya siap mundur sebagai PNS jika menang dalam Pilkada Pangkalpinang," ujarnya.

Ia mengatakan, dalam masa survei bakal calon, dirinya akan tetap menjalankan tugasnya sebagai abdi negara dan terus melayani masyarakat dengan baik.

Melihat berbagai upaya yang dilakukan oleh tokoh masyarakat untuk bisa mengambil perhatian masyarakat dan berupaya untuk mendapatkan massa yang banyak sampai dirinya merasa yakin untuk bisa memenangkan Pilkada Pangkalpinang mengakibatkan keprihatinan beberapa kalangan masyarakat.

Namun mungkin akan timbul berbagai pertanyaan dalam benak pikiran masyarakat. Seperti apa pemimpin Pangkalpinang lima tahun ke depan?.

Kira-kira mau di bawa kemana Pangkalpinang nanti?

Pewarta: Oleh I Gede Wira Suryantala
Editor : Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026