"Saya akan membatalkan rencana saya untuk menunaikan Umrah bulan ini, karena terlebih dahulu saya ingin menuntaskan masalah kelangkaan BBM bersubsidi di Karimun. Kelangkaan BBM di Karimun sudah masuk dalam tahap yang sangat serius," ucapnya dalam Rapat Koordinasi Kelangkaan BBM di Kediamannya, Senin.
Nurdin Basirun, meminta pada satuan kerja perangkat daerah terkait agar benar-benar menjalankan kewenangannya untuk mengawasi distribusi BBM bersubsidi dari SPBU dan Agen Penjualan Minyak Bersubsidi (AMPS).
"Permainan BBM bersubsidi di Karimun sudah menjadi rahasia umum dan itu harus segera diatasi, jika tidak kelangkaan BBM bersubsidi tersebut tidak akan pernah dapat diatasi, walaupun kuota BBM bersubsidi di Karimun di tambah," ujarnya.
Dia juga menyesali lambatnya Asisten II Pemkab Karimun, Arnadi Sufaat, melaporkan tentang kelangkaan BBM yang terjadi.
"Kok baru sekarang masalah kelangkaan BBM itu dilaporkan pada saya, masalah BBM bersubsidi ini kan sangat penting, karena menyangkut dengan kepentingan masyarakat banyak," katanya.
Ditempat yang sama Asisten II Arnadi Sufaat, menuturkan penyebab utama terjadinya kelangkaan BBM yang cukup parah kali ini disebabkan pada waktu yang bersamaan, ketika stok BBM di SPBU satu-satunya Karimun habis, stok milik AMPS belum sampai ke Karimun.
"Memang tidak dapat dipungkiri, penyebab utama habisnya stok BBM di SPBU karena adanya permainan dari pihak tertentu. Akibatnya stok BBM itu SPBU itu habis sebelum waktunya. Untuk mengatasi hal itu, saya sepakat pengawasan distribusi BBM bersubsidi itu kedepan dapat lebih ditingkatkan," tuturnya.
Salah seorang pemilik pangkalan pengecer BBM bersubsidi, Yossi, menuturkan praktek permainan BBM bersubsidi di Karimun sangat gampang untuk diungkap.
"Di Pulau Karimun Besar ini hanya ada 128 pangkalan pengecer yang berizin, seluruh pangkalan itu mendapat pasokan dari APMS Kuda Laut. Namun dalam prakteknya lebih dari 200 pangkalan pengecer BBM bersubsidi telusurilah asal pasokannya," katanya.
: Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.