"Pantauan petugas, harga cabai itu melambung tinggi dan cenderung terus naik karena pasokan dari daerah asal pengimpor berkurang selain itu juga mahalnya biaya transportasi,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat harga cabai merah di daerah itu mencapai Rp100 ribu per kilogram karena pasokan masih terbatas.

"Pantauan petugas, harga cabai itu melambung tinggi dan cenderung terus naik karena pasokan dari daerah asal pengimpor berkurang selain itu juga mahalnya biaya transportasi," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindag Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan, hingga saat ini, pasokan cabai belum mencukupi permintaan sehingga harga tetap bertahan tinggi bahkan cenderung naik. Di gudang distributor Babel hanya terdapat 11 ton cabai merah.

"Pengaruh cuaca dan kenaikan bahan bakar minyak merupakan salah satu pemicu melambungnya harga cabai itu sehingga pedagang kesulitan menambah pasokan komoditi itu," ujarnya.

Ia menjelaskan, tidak hanya harga cabai merah biasa yang melambung tinggi, harga cabai rawit  merah juga mencapai Rp110 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau Rp85 ribu per kilogram.

"Rata-rata produksi petani cabai menurun sejak kemarau panjang yang terjadi dua bulan lalu, dan sepertinya sekarang mereka baru akan mulai bercocok tanam kembali," ujarnya.

Ia mengatakan, biasanya pasokan komoditi itu didatangkan dengan menggunakan jasa angkutan kapal laut, karena biaya transportasi yang lebih murah dibanding menggunakan jasa pesawat udara, namun sekarang terpaksa menggunakan jasa angkutan udara karena jarak tempuh yang cukup jauh.

"Jika tetap menggunakan jasa angkutan laut dikhawatirkan cabai itu banyak yang rusak setibanya di Babel dan untuk menghindari kerugian terpaksa dipasok menggunakan jasa angkutan udara," uajrnya.

Pewarta: Oleh: Ahmadi
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026