"Sampai saat ini, kami belum menerima laporan kebutuhan BBM nelayan, sehingga sulit mengajukan penambahan kuota BBM bersubsidi kepada DPRD dan Pertamina,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bangka Belitung (Babel), meminta nelayan tradisional untuk melaporkan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan dan kesejahteraan nelayan daerah itu.

"Sampai saat ini, kami belum menerima laporan kebutuhan BBM nelayan, sehingga sulit mengajukan penambahan kuota BBM bersubsidi kepada DPRD dan Pertamina," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Babel, Syaifuddin di Pangkalpinang, Jumat.

Berdasarkan data 2014, kata dia, jumlah nelayan tradisional se-Babel sebanyak 40.000 orang dengan 19.000 unit kapal berukuran dua hingga 10 gronsston tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang.

"Penambahan kuota BBM ini sebagai antisipasi kelangkaan BBM, menginggat jumlah kapal nelayan yang terus bertambah dan  secara logika kebutuhan BBM juga ikut bertambah," ujarnya.

Selain itu, kata dia, nelayan diharap juga melaporkan kekurangan sarana dan prasana yang ada, misalnya tempat pelelangan ikan, tempat pengisian BBM nelayan, pelabuhan kapal nelayan dan lainnya.

"Jika ada masukan dari nelayan untuk meningkatkan fasilitas perikanan tangkap tersebut, tentu akan memudahkan pemerintah untuk menindaklanjuti dan mengajukan menganggarkan pembangunan atau merehab sarana yang dinilai kurang memadai tersebut," ujarnya.

Menurut dia, laporan, aspirasi dan keluhan nelayan ini akan menjadi dasar pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasana dalam meningkatkan hasil tangkapan ikan dan kesejahteraan nelayan.

"Untuk kedepannya, kami tidak mengingginkan ada keluhan dan ketidakpuasan nelayan," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, diharapkan nelayan untuk segera melaporkan kebutuhan BBM dan sarana serta prasarana yang dinilai kurang memadai untuk mendukung aktivitas nelayan di laut.

"Selama tidak ada data kebutuhan BBM dan keluhan nelayan, tentu akan sulit untuk mengajukan penambahan kuota BBM kapal nelayan," ujarnya.

Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026