"Biasanya, cuaca buruk di tengah laut seperti gelombang tinggi, angin puting beliung, angin kencang dan lainnya diawali munculnya awan colonimbus,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Belitung (Babel) membekali nelayan untuk mengenali tanda-tanda cuaca buruk sehingga bisa menghindari kecelakaan di laut.
"Biasanya, cuaca buruk di tengah laut seperti gelombang tinggi, angin puting beliung, angin kencang dan lainnya diawali munculnya awan colonimbus," kata Kepala BPBD Babel Syahrizal Tanjung di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan, saat ini, kemunculan awan hitam pekat yang menjulang tinggi atau colonimbus di perairan Babel cukup tinggi, sehingga dapat membahayakan keselamatan nelayan.
"Sebelum melaut, nelayan harus melihat kondisi cuaca. Apabila kondisi cuaca buruk diharapkan nelayan tidak melaut," katanya.
Namun, kondisi cuaca tiba-tiba memburuk disaat nelayan sedang beraktivitas di tengah laut diharapkan untuk berlindung di pulau-pulau terdekat.
"Kami telah memasang papan peringatan di tempat-tempat sandar kapal nelayan, agar mereka tetap waspada dengan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut," ujarnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya membentuk posko tanggap bencana di wilayah pesisir, kelurahan, desa, agar warga dapat melaporkan kejadian bencana alam kepada prtugas.
"Saat ini, seluruh personil BPBD siaga 24 jam dan diharapkan warga untuk melapor secepat mungkin apabila terjadi bencana alam, agar penanggulangan, pencarian dan evakuasi korban dapat dilakukan dengan cepat," katanya.
Pewarta: AprionisEditor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.