"Alat tangkap ikan, udang, kepiting ini ramah lingkungan ini akan disalurkan kepada nelayan tradisional se-Babel dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bangka Belitung (Babel), pada tahun 2015 mengganggarkan dana sebesar Rp1,2 miliar untuk pengadaan bantuan alat tangkap ikan tradisional jenis bubu.

"Alat tangkap ikan, udang, kepiting ini ramah lingkungan ini akan disalurkan kepada nelayan tradisional se-Babel dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan," kata Sekretaris DKP Babel, Kristializar di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia menjelaskan anggaran pengadaan bubu sebesar Rp1.233.156.000 berasal dari APBD 2015, untuk memberdayakan ekonomi warga pesisir.

"Saat ini, pengadaan bantuan bubu ini masih dalam tahap lelang dan mudah-mudahan dalam waktu dekat bantuan tersebut sudah bisa disalurkan kepada nelayan," ujarnya.

Ia mengatakan bubu merupakan salah satu alat tangkap ikan, kepiting, udang dan lainnya yang digunakan nelayan karena lebih praktis. Ketika ikan masuk ke dalam bubu tersebut maka tidak bisa keluar lagi karena lubang keluar sangat kecil.

"Bubu ini cocok digunakan di perairan Babel, karena sebagian besar  di perairan pantai hanya berkedalaman lima hingga 10 meter dan hampir seluruh nelayan tradisional di Indonesia khususnya Babel menggunakan alat tangkap ini," ujarnya.

Ia berharap dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban nelayan tradisional untuk mendapatkan alat tangkap dan mereka lebih bergairah untuk meningkatkan hasil tangkapan dan kesejahteraan keluarganya.

"Saat ini, nelayan tradisional cukup sulit menambah atau membeli alat tangkap ikan baru, karena kondisi ekonomi mereka yang kurang baik, apalagi saat kondisi cuaca di perairan yang tidak mendukung aktivitas menangkap ikan di tengah laut atau di pesisir pantai," ujarnya.


Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026