Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok kacang kedelai di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sebanyak 115 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan warga di daerah itu karena pasokan dari luar daerah lancar.
"Saat ini stok kacang kedelai cukup dan pasokan dari Pulau Jawa dan Sumatera lancar sehingga harga masih bertahan normal, sedangkan permintaan warga khususnya perajin tahu tempe stabil," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Dalam Negeri Disperindag Babel Marhoto di Pangkalpinang, Selasa.
Ia menjelaskan, sebanyak 115 ton stok kacang kedelai tersebut tersebar di gudang UD Mawar 25 ton, PT Bangka Alam Sejahtera 30 ton, gudang Akon 10 ton dan CV Bina Purnama Bersama sebanyak 50 ton.
"Saat ini harga kacang kedelai masih bertahan Rp10.000 per kilogram meskipun harga bahan bakar minyak turun, dan harga kacang hijau juga bertahan Rp20.000 per kilogram, stok cukup dan pasokan lancar," katanya.
Menurut dia, permintaan kacang kedelai didominasi oleh pengusaha rumah tangga seperti tahu dan tempe, sementara permintaan dari kalangan ibu rumah tangga belum ada peningkatan.
"Saat ini permintaan kacang kedelai masih normal seiring permintaan tahu tempe juga stabil demikian juga dengan permintaan kacang hijau," katanya.
Ia mengatakan, untuk mengantisipasi kenaikan harga yang tinggi, pihaknya meningkatkan pengawasan untuk mencegah penimbunan terhadap komoditas ini karena untuk memenuhi permintaan warga distributor masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.
"Hasil pertanian lokal masih terbatas seiring rendahnya minat warga untuk mengembangkan komoditas itu," katanya.
Menurut dia, harga kacang itu akan mengalami kenaikan jika stok berkurang, pasokan tersendat dan naiknya biaya pengiriman komoditas tersebut.
"Kebanyakan distributor itu memilih pengiriman pasokan melalui jasa angkutan laut dibanding udara karena biaya pengirimannya lebih murah dibanding menggunakan jasa angkutan udara," ujarnya.
