"Kondisi perekonomian nasional khususnya Babel 2015 banyak tantangan, sehingga diperlukan rekomendasi kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Bank Indonesia (BI) berkomitmen ikut mengawal stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bangka Belitung (Babel) melalui saling bersinergi dan percepatan reformasi struktural.

"Kondisi perekonomian nasional khususnya Babel 2015 banyak tantangan, sehingga diperlukan rekomendasi kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat," kata Kepala Perwakilan BI Babel, Bayu Martanto usai Pertemuan Tahunan BI 2015 di Pangkalpinang, Selasa.  
    
Menurut dia, BI akan memberikan kontribusi terbaik untuk mendorong efisiensi perekonomian nasional melalui perluasan transaksi nontunai.

"Kami bersama pemerintah dan industri sistem pembayaran, inisiatif pembayaran nontunai akan didorong melalui perluasan digital payment," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, gerakan nasional nontunai yang telah dicanangkan diharapkan dapat meningkatkan intensitasnya hingga ke kabupaten/kota.

Sementara Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Babel, Budiman Ginting menyatakan keberadaan BI melalui kantor perwakilannya tentunya perlu didukung regulasi dan kebijakan dari pemerintah daerah melalui sinergitas program yang
saling mendukung.

"BI diharapkan bisa menjadi mitra baik bagi pemerintah untuk meningkatkan ekonomi dan keuangan," katanya.

Ia mengatakan, sistem pembayaran dengan melaksanakan tugas dan wewenangnya melalui tiga pilar utama yaitu menetapkan dan melaksakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi bank.

"Pelaksanaan pertemuan tahunan BI ini sangat strategis karena dapat dijadikan sebagai forum untuk sinkronisasi dan sinergitas program dalam mengevaluasi perkembangan perekonomian daerah 2014 dan menganalisis prospek ekonomi 2015, termasuk kesiapan daerah menghadapi pemberlakuan ASEAN Economic Community 2015," ujarnya.


Pewarta: Septi Artiana
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026