"Saat ini, 6.280 vaksin COVID-19 telah disimpan di tempat khusus dengan pengawalan ketat aparat gabungan TNI/Polri dan Satgas COVID-19 Babel," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Babel, Mulyono Susanto di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan pada tahap pertama ini, Pemprov Kepulauan Babel menerima vaksin 6.280 teegabunh dalam 4 koli. Tahap selanjutnya menyusul di akhir Januari 2021 sekitar 4.000 vaksin lagi.
"Kita telah menempatkan petugas khusus menjaga ruang penyimpanan vaksin, agar suhu penyimpanan vaksin selalu terjaga, antara 2-8 derajat celcius dan tidak boleh berubah," ujarnya.
Menurut dia vaksin ini belum distribusikan, karena masih menunggu arahan pemerintah pusat," katanya.
Kepala Balai Karantina Kota Pangkalpinang, Bangun mengatakan, untuk perencanaan simulasi penggunaan vaksin akan dikoordinasikan dulu dengan pemerintah pusat dan pihak terkait.
"Simulasi penggunaan vaksin akan kita gelar setelah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terakhir. Fasilitator juga sudah disiapkan dan saat ini mereka sedang mengikuti pelatihan dari Kemenkes RI," ujarnya.
Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Pangkalpinang, Hermanto mengatakan, pihaknya akan menyampaikan pres rilis terkait kandungan pada vaksin COVID-19 Sinovac.
Hasil uji klinis tahap 3 terkahir pada vaksin Sinovac ini sudah dilaksanakan dan nanti dari BPOM pusat langsung yang akan menyampaikan. BPOM akan memberikan penggunaan vaksin dalam keadaan darurat.
"Pnggunaan vaksin dalam keadaan darurat akan dilakukan dengan memprioritaskan keamanan, manfaat dan mutu dari produk, agar masyarakat menggunakan produk dengan mutu yang sudah distandarkan oleh WHO," ujarnya.
Pewarta: Elza ElviaUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.