"Bantuan pendidikan ini akan langsung ditransfer ke masing-masing sekolah di kabupaten/kota,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung (Babel) pada 2015 menganggarkan bantuan pendidikan sebesar Rp246,605 miliar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah itu.
"Bantuan pendidikan ini akan langsung ditransfer ke masing-masing sekolah di kabupaten/kota," kata Kepala Dinas Pendidikan Babel, M Soleh di Pangkalpinang, Jumat.
Ia menjelaskan, dana bantuan yang berasal APBD dan APBN 2015 diperuntukan bantuan operasional siswa (BOS), Bop, beasiswa siswa miskin, tambahan penghasilan guru, tenaga pendidikan, bantuan
operasional asrama.
Selanjutnya, bantuan peningkatan kualifikasi guru, dan pembangunan tempat ibadah, ruang kepala sekolah, guru dan WC siswa dan guru.
"Dana bantuan ini akan langsung dimasukan ke rekening sekolah yang tersebar di kabupaten/kota dengan jumlah hampir sama, baik untuk SMA/SMK, SMP, SD, PAUD dan program formal dan informal," ujarnya.
Ia mengatakan, bantuan pendidikan ini akan disalurkan ke Kota Pangkalpinang Rp41,188 miliar, Kabupaten Bangka Rp62,199 miliar, Bangka Selatan Rp31,371 miliar, Bangka Tengah Rp32,349 miliar, Bangka Barat Rp37,338 miliar.
Sedangkan bantuan sekolah di Kabupaten Belitung Rp21,635 miliar dan Belitung Timur Rp20,524 miliar.
"Bantuan dana BOS dari APBN untuk siswa SD Rp800 ribu per tahun, BOS untuk siswa SMP Rp1 juta dan bantuan SMA/SMK sebesar Rp1,2 juta per tahun. BOS dari APBD untuk siswa SD sebesar Rp120 ribu per tahun, SMP Rp240 ribu per tahun dan siswa SMA/SMK Rp420 ribu per tahun," ujarnya.
Ia berharap, dana bantuan pendidikan yang disalurkan langsung ke sekolah dapat dipergunakan semaksimal mungkin dan diperuntukkan bagi fasilitas serta kebutuhan pendidikan demi mencerdaskan anak bangsa.
"Bantuan tersebut harus dipergunakan sebagaimana mestinya dan tidak boleh diselewengkan sebab akan ada pertanggung jawaban dan sangsi," harapnya.
Pewarta: Septi ArtianaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.