"Beberapa hari ke depan cuaca masih hujan, saya minta warga lebih waspada dan yang penting jangan menempati rumah dulu,"Koba (Antara Babel) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, meminta masyarakat tetap waspada terhadap bencana banjir dengan berada di posko pengungsian sampai situasi benar-benar normal.
"Beberapa hari ke depan cuaca masih hujan, saya minta warga lebih waspada dan yang penting jangan menempati rumah dulu," katanya di Koba, Senin.
Ia menjelaskan warga tidak perlu khawatir rumah mereka dijarah maling karena aparat kepolisian siap menjaganya selama 24 jam.
"Yang penting sekarang ini mengungsi dulu ke tempat lebih aman, karena cuaca masih buruk sehingga dikhawatirkan ketinggian air semakin bertambah," ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah daerah sudah menyediakan posko pengungsian di sejumlah lokasi banjir yang dilengkapi sembilan bahan pokok.
"Tetap berada di posko pengungsian sampai banjir benar-benar surut, baru kembali ke rumah masing-masing," ujarnya.
Erzaldi mengemukakan banjir selain dipicu curah hujan tinggi, juga maraknya aktivitas penambangan ilegal yang memperparah kondisi saluran primer dan skunder.
"Sejumlah jembatan juga perlu dibangun lebih tinggi, kami sudah usulkan anggaran ke Pemprov Bangka Belitung namun sampai sekarang belum disetujui," ujarnya.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Kesbangpol Bangka Tengah menyebutkan banjir yang melanda dua kecamatan, yaitu Koba dan Lubuk Besar sudah merendam 12 desa dan 256 "bubung" rumah.
Sejumlah infrastruktur fisik juga rusak dihantam banjir, di antaranya jembatan, jalan, dan sekolah.
Hingga sekarang, pihak Dinas Pekerjaan Umum setempat masih melakukan pendataan terhadap infrasfruktur fisik yang rusak dilanda banjir.
Tim penanggulangan bencana saat ini masih tersebar di sejumlah titik banjir untuk membantu para korban bencana alam itu.
Bantuan makanan dan pakaian juga terus mengalir dari berbagai pihak melalui posko tanggap darurat.
Pewarta: AhmadiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.