"Kami ingin beras aruk sebagai makanan pengganti beras yang selama ini menjadi makanan pokok masyarakat,"
Sungailiat (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengembangkan beras aruk sebagai pengganti beras yang selama ini menjadi makanan pokok masyarakat.

"Kami ingin beras aruk sebagai makanan pengganti beras yang selama ini menjadi makanan pokok masyarakat," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Thony Marza di Sungailiat, Rabu.

Ia mengatakan beras aruk yang menyehatkan terbuat dari bahan ubi kayu dapat menjadi pilihan utama keanekaragaman makanan pengganti beras.

"Saya akui, cukuplah sulit bagi kita untuk menggantikan beras aruk sebagai makanan pokok karena memang selama ini masyarakat Indonesia umumnya menjadikan beras atau nasi sebagai makanan pokok setiap harinya," ujarnya.

Dia mengatakan, kedepannya direncanakan setiap ada kegiatan di lingkungan pemerintah Kabupaten Bangka, kemasan makan yang selama ini menggunakan nasi akan diganti dengan beras aruk.

"Nantinya setiap ada kegiatan seperti rapat, pelatihan maupun kegiatan lainnya, nasi kotak kami ganti dengan menggunakan nasi aruk dengan tetap lauk ayah dan lainnya," katanya.

Menurutnya, dari hasil penelitian beras aruk memiliki kadar gula lebih rendah dibanding beras yang biasa dikonsumsi, sehingga beras yang terbuat dari ubi kayu cukup bagus untuk kesehatan.

Sementara menurut salah satu pembuat beras aruk, Suryani mengatakan proses pembuatan beras arus selama tiga hari dengan terlebih dahulu merendam ubi kayu dan selanjutnya dilakukan proses berikutnya sampai siap dikonsumsi.

"Saya membuat beras aruk selain untuk dikonsumsi juga untuk melanjutkan tradisi nenek moyang yang telah lama ditinggalkan oleh sebagian masyarakat," katanya.

Dia mengatakan, beras aruk yang berhasil dibuatnya dipasarkan melalui sejumlah apotek di kota Bangka dan di pasar tradisional serta di sejumlah tempat.


Pewarta: Kasmono
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026