"Saat ini, stok beras mencukupi untuk kebutuhan warga tiga bulan ke depan,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok beras di Perum Bulog Subdivre Bangka, Bangka Belitung, mencapai 2.000 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan 32.151 warga kurang mampu di daerah itu.

"Saat ini, stok beras mencukupi untuk kebutuhan warga tiga bulan ke depan," kata Kepala Bulog Subdivre Bangka, Nur Untung Wahyudi di Pangkalpinang, Senin.

Ia menjelaskan sebanyak 2.000 ton beras tersebut tersebar di gudang beras Bulog di Pangkalpinang sebanyak 1.500 ton dan gudang beras Bulog di Tanjungpandan Belitung sebanyak 500 ton.

"Dalam waktu dekat ini, kami akan menambah 2.000 ton beras untuk memperkuat stok beras di gudang," ujarnya.

Sementara itu, jumlah penerima beras miskin gratis (raskintis) di Bangka Belitung sebanyak 32.151 jiwa tersebar di kabupaten/kota dengan rincian RTS di Kabupaten Bangka 9.182 orang, Bangka Barat 4.744 orang, Bangka Tengah 6.972 orang, Bangka Selatan 5.512 orang.

Selanjutnya, RTS di Kabupaten Belitung sebanyak 623 orang, Belitung Timur 1.228 orang dan RTS di Kota Pangkalpinang sebanyak 5.512 orang.

"Masing-masing rumah tangga sasaran (RTS) akan mendapatkan 15 kilogram beras per bulan secara gratis," ujarnya.

Menurut dia, pendistribusian beras ini untuk meringan beban warga kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan beras, sekaligus menekan kenaikan harga beras di pasaran.

"Dengan adanya bantuan beras ini, tentu permintaan beras di pasaran akan berkurang dan secara tidak langsung akan menurunkan harga beras tersebut," ujarnya.

Sampai saat ini, kata dia, untuk memenuhi kebutuhan beras warga, Bangka Belitung masih mengandalkan pasokan dari daerah sentra produksi beras di Pulau Jawa dan Sumatera, karena produksi beras petani lokal yang belum memadai.

"Saat ini, penetapan harga beras di pasaran masih berdasarkan mekanisme pasar, yaitu apabila permintaan tinggi maka harga beras akan naik, sehingga dengan adanya pembagian raskintis ini akan menekan harga beras di pasaran yang masih bertahan tinggi," ujarnya.


Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026