"Pada awal Maret tahun ini, kami akan menerima pasokan 2.000 ton beras dari Palopo Sulawesi Selatan,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Perum Bulog Subdivre Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel),  menambah stok beras sebanyak 2.000 ton untuk memenuhi kebutuhan warga miskin di daerah itu.

"Pada awal Maret tahun ini, kami akan menerima pasokan 2.000 ton beras dari Palopo Sulawesi Selatan," kata Kepala Bulog Subdivre Bangka, Nur Untung Wahyudi di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menjelaskan, penambahan stok beras ini juga untuk menjaga stabilitas harga beras, menanggulangi keadaan darurat, bencana dan rawan pangan.

"Penambahan stok beras ini, untuk memperkuat stok yang ada sehingga warga tidak perlu khawatir akan terjadi keterlambatan penyaluran beras akibat stok kurang," ujarnya.

Saat ini, kata dia, stok beras di gudang Bulog Subdivre Bangka sebanyak 1.500 ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan 32.151 jiwa rumah tangga sasaran (RTS) yang tersebar di kabupaten/kota dengan rincian RTS di Kabupaten Bangka 9.182 orang, Bangka Barat 4.744 orang, Bangka Tengah 6.972 orang, Bangka Selatan 5.512 orang.

Selanjutnya, RTS di Kabupaten Belitung sebanyak 623 orang, Belitung Timur 1.228 orang dan RTS di Kota Pangkalpinang sebanyak 5.512 orang.

"Pada awal Maret nanti, kami akan menyalurkan beras dua bulan sekaligus, dimana  masing-masing rumah tangga sasaran (RTS) akan mendapatkan 30 kilogram beras gratis," ujarnya.

Menurut dia, penambahan stok ini juga sebagai antisipasi dini gangguan pasokan akibat kondisi cuaca di perairan memburuk, keterlambatan bongkar beras di pelabuhan yang masih kurang optimal dan lainnya.

"Selama ini, pasokan beras didatangkan dari daerah lain, baik beras hasil pengadaan dalam negeri maupun dari luar negeri karena hasil beras petani lokal yang belum memadai," ujarnya.


     


    


Pewarta: Aprionis
Editor : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026