"PAN akan tetap solid atau pecah tergantung pada manuver dari figur calon ketua umum dan timnya serta permainan politik uang,"Jakarta (Antara Babel) - Pakar Hukum Tata Negara Margarito, Kamis, menilai Partai Amanat Nasional (PAN) yang akan menyelenggarakan kongres di Bali pekan depan, ada kemungkinan mengalami perpecahan.
"PAN akan tetap solid atau pecah tergantung pada manuver dari figur calon ketua umum dan timnya serta permainan politik uang," kata Margarito Kamis di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa.
Kongres PAN akan diselenggarakan di Bali pada 28 Februari hingga 3 Maret 2015 yang akan diikuti oleh peserta yakni pengurus dewan pimpinan pusat (DPP) majelis pertimbangan partai (MPP), dewan pimpinan
wilayah (DPW), dan dewan pimpinan daerah (DPD).
Dua kandidat yang akan maju sebagai calon ketua umum adalah Ketua Umum DPP PAN periode 2010-2015 Hatta Rajasa dan Ketua DPP PAN periode 2010-2015 Zulkifli Hasan.
Menurut Margarito, jika kader PAN semuanya anak manis maka PAN akan tetap solid, tapi jika ada "anak durhaka" maka bisa terjadi perpecahan.
Potensi perpecahan PAN, menurut dia, juga tergantung pada permainan politik uang, yakni berapa banyak uang yang digelontorkan di kongres.
Momentumnya, kata dia, adalah kongres yang akan memilih ketua umum untuk periode lima tahun ke depan.
"Indikasinya, Partai Golkar dan PPP yang merupakan partai besar dan partai lama saja bisa pecah, palagi PAN yang masih tergolong partai baru," katanya.
Apalagi, kata Margarito, PAN juga sulit dilepaskan dari figur Amien Rais yang mendirikan partai tersebut pada awal era reformasi.
Amien Rais, kata dia, adalah figur yang memiliki gaya politik yang khas, sehingga bisa saja ada manuver dari pihak lain untuk memanasi kondisi internal PAN.
Pewarta: Riza HarahapEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.