"Kami akan membangun jembatan permanen dengan panjang 80 meter yang menghubungkan antara lokasi pelabuhan dengan wilayah produksi perikanan hasil tangkapan nelayan,"Sungailiat (Antara Babel) - Pihak Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akan membangun jembatan permanen sepanjang 80 meter guna memperlancar distribusi hasil tangkapan ikan nelayan.
"Kami akan membangun jembatan permanen dengan panjang 80 meter yang menghubungkan antara lokasi pelabuhan dengan wilayah produksi perikanan hasil tangkapan nelayan," kata Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara, Rahmat Irawan di Sungailiat, Kamis.
Ia mengatakan, dengan dibangunnya jembatan tersebut nantinya akses antara sentra produksi ke wilayah pemasaran menjadi lebih lancar serta kualitas produksi ikan hasil tangkap nelayan tetap terjaga dengan baik.
"Sarana infrastruktur jembatan ini kami utamakan untuk segera dibangun karena selain memperlancar aktivitas kegiatan usaha perikanan juga menghemat waktu, saat ini untuk menjangkau di wilayah produksi memakan waktu lebih kurang 30 menit, tetapi jika melalui jembatan nantinya hanya memakan waktu sekitar 10 menit," katanya.
Hal lainnya kata dia, pihaknya juga akan membangun sejumlah sarana pendukung yang dianggap penting guna mendorong sektor kemaritiman nasional seperti, perbaikan demarga pelabuhan, pengaspalan jalan kawasan serta infrastruktur penting lainnya.
"Jalan yang diaspal tersebut menghubungkan kawasan eksisting ke kawasan pengembangan produksi perikanan di Jelitik," ujarnya.
Menurut dia, kawasan produksi perikanan yang mencapai luas lebih dari 40 hektar kedepannya menjadi suatu kawasan yang dirancang dengan konsep terpadu antara pelaku usaha perikanan dan pemangku kepentingan.
"Saya merasakan dukungan dari pemangku kepentingan sektor perikanan tangkap cukup besar sekali, dilihat dari konsistensi komunikasi kemitraan yang baik," katanya.
Dia mengharapkan, pembangunan jembatan maupun pengerasan dan pengaspalan jalan yang bersumber dari dana APBN dapat terealisasi sesuai jadwal yang ditentukan sehingga dapat dimanfaatkan bersama.
"Pemerintah pusat menfokuskan sektor kemaritiman atau perikanan tangkap menjadi sektor utama guna memenuhi kebutuhan ikan nasional maupun Internasional," kata Rahmat Irawan.
Pewarta: KasmonoEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.