"Kami sudah mengelar rapat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat operasi pasar di sejumlah pasar tradisional,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bangka Belitung mempercepat operasi pasar untuk menurunkan harga beras yang masih bertahan tinggi yaitu Rp12.500 per kilogram.
"Kami sudah menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat operasi pasar di sejumlah pasar tradisional," kata Kepala Disperindag Babel Yuriswan di Pangkalpinang, Sabtu.
Ia menjelaskan percepatan OP ini seiring peringatan Menteri Perdagangan untuk meminta Bulog dan pemerintah daerah segera menggelar OP menekan kenaikan harga beras.
"Pada Senin (10/3), kami akan berkunjung ke Bulog untuk membahas operasi pasar ini," ujarnya.
Menurut dia, kegiatan OP ini dapat menurunkan harga beras ketingkat harga normal yaitu dari harga Rp12.500 per kilogram menjadi Rp9.500 per kilogram.
"Kami optimistis harga beras ini dapat ditekan karena permintaan beras masyarakat akan berkurang," ujarnya.
Selain itu, kata dia, saat ini pasokan beras dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera berjalan lancar dan stok beras di distributor dan pedagang pengecer mencukupi.
"Kegiatan OP juga akan membantu ekonomi warga kurang mampu dalam memenuhi beras dan kebutuhan lainnya," ujarnya.
Menurut dia, harga beras di sejumlah pasar tradisional masih bertahan tinggi, karena harga beras di daerah asal yang masih tinggi, seiring petani di daerah itu belum melakukan panen raya.
"Mudah-mudahan dalam minggu ini, OP sudah bisa dilakukan sehingga membantu warga kurang mampu memenuhi kebutuhan pokoknya," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.