"Dengan diterapkan program itu oleh masyarakat secara rutin merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah dalam meningkatkan kualitas keimanan masyarakat,"Sungailiat (Antara Babel) - Wakil Bupati Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rustamsyah meminta masyarakat menerapkan program Gerakan Masyarakat Magrib (Gemmar) Mengaji Alquran bertujuan meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
"Dengan diterapkan program itu oleh masyarakat secara rutin merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah dalam meningkatkan kualitas keimanan masyarakat," kata Wakil Bupati di Sungailiat, Sabtu.
Dia mengingatkan, untuk sejenak setiap magrib diharapkan mematikan televesi sehingga waktu menonton televisi pada saat itu dapat dipergunakan untuk mengaji Al-quran.
"Kita sama-sama memulai kebaikan dengan cara yang paling kecil sebelum melakukan hal yang sama lebih besar lagi," ujarnya.
Diakuinya, membangun kualitas keimanan atau mental masyarakat lebih sulit dibanding membangun secara fisik, membangun mental masyarakat tidak hanya membutuhkan anggaran tetapi keseriusan.
"Kalau membangun fisik, selama anggaran mencukupi dan dianggap perlu langsung dapat dilaksanakan dengan waktu yang ditentukan," kata wabup.
Selain program masyarakat mengaji Alquran, pihaknya juga membuat program satu hari satu juz dimana program ini sudah mulai diterapkan di seluruh sekolah, mulai tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah atas.
"Program satu hari satu juz, dengan membaca Alquran sudah diterapkan di seluruh sekolah, kecuali sekolah Kristen, dimana sistem penerapannya diserahkan kepihak sekolah yang menentukan karena jangan sampai menganggu proses belajar mengajar di sekolah itu," katanya.
Kedepannya kata dia, pemerataan pembangunan di Kabupaten Bangka tidak hanya pada sektor infrastruktur dan pembangunan fisik lainnya, tetapi harus diimbangi dengan pemerataan pembangunan mental dan spritual masyarakatnya sebagai penyeimbang.
Pewarta: KasmonoEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.