"Kami siap membantu petani jika menginginkan untuk menanam ubi kayi jenis cassesa dengan berkoordinasi dengan pihan perusahaan pengelola tepung tapioka yang sudah beroperasional,"Sungailiat (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, siap membantu masyarakat atau petani mendapat bibi ubi kayu atau singkong jenis cassesa untuk ditanam di kebunnya dengan berkoordinasi dengan pihak perusahaan tepung tapioka.
"Kami siap membantu petani jika menginginkan untuk menanam ubi kayi jenis cassesa dengan berkoordinasi dengan pihan perusahaan pengelola tepung tapioka yang sudah beroperasional," kata Bupati Bangka, Tarmizi Saat di Sungailiat, Selasa.
Dia menyarankan kepada masyarakat pemilik lahan yang kosong atau tidak produktif untuk dimanfaatkan dengan cara ditanami ubi cassesa, karena selain memfaatkan lahan tidur juga memberikan konstribusi pendapatan keluarga mengingat sudah ada perusahaan yang bersedia menampung ubi jenis itu sebagai bahan utama tepung tapioka.
"Pabrik tepung tapioka memberikan harapan kesejahteraan masyarakat karena bersedia menampung ubi hasil panen petani sebanyak-banyaknya dengan harga yang sudah ditetapkan sebesar Rp800 per kilogram," katanua.
Bupati mengatakan, dirinya sudah menginstruksikan kepada pihak camat mengakomodir masyarakat atau petani yang berminat menanam ubi cassesa dengan bibit
"Menanam ubi yang memberikan prospek cerah, merupakan solusi yang tepat bagi masyarakat menghadapi pasca pertimahaan yang mulai lesu karena dianggap kurang memberikan hasil bagi masyarakat," katanya.
Salah satu warga di daerah itu, Marno mengatakan, dirinya berkeinginan menanam ubi jenis cassesa, namun tidak tahu mendapatkan bibitnya.
"Saya berminat menanam ubi jenis itu karena memang tidak terlalu berat memperlakukan pada saat penanaman, tetapi sampai sekarang belum tahu mendapatkan bibitnya serta saya mendapat informasiknya bibitnya cukup mahal," katanya.
Pewarta: KasmonoEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.