"Pendataan ulang potensi investasi ini penting, untuk menekan masalah antara pengusaha dengan masyarakat,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Provinsi Bangka Belitung (Babel), mendata ulang potensi investasi untuk memberikan jaminan kepada calon investor  menanamkan modalnya di daerah itu.

"Pendataan ulang potensi investasi ini penting, untuk menekan masalah antara pengusaha dengan masyarakat," kata Kepala BPPMD Babel, Ceppy Nugraha di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan, selama ini banyak masalah yang muncul, karena data dan potensi yang dipromosikan kepada calon investor tidak sesuai di lapangan.

"Saat ini,  tim survei telah turun ke lapangan untuk mendata ulang potensi investasi di sektor pertambangan, perkebunan, pertanian, kelautan, perikanan dan potensi investasi lainnya," ujarnya.

Dalam pendataan potensi ini, kata dia, pihaknya mendata ulang luas lahan, berapa potensi, status lahan dan lainnya.

"Jangan sampai potensi yang ditawarkan kepada calon investor sudah kelola masyarakat, karena ini akan menimbulkan masalah yang merugikan pemerintah daerah, investor dan masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, mendata ulang potensi sumber daya alam ini akan lebih menarik investor untuk berinvestasi di daerah ini, karena sudah ada jaminan potensi yang akan dikelola.

"Calon investor ini, khususnya investor asing membutuh data yang valid dan bebas masalah. Jika potensi yang ditawarkan bermasalah tentu akan memalukan pemerintah daerah," ujarnya.

Berdasarkan data pendataan tahun sebelumnya, kata dia, potensi investasi pertanian dan perkebunan cukup besar karena lahan yang tidak diusahakan sebesar 6 persen dari potensi yang ada.

Selain itu ada lahan lainnya yang juga belum dimanfaatkan sebesar 23 persen, artinya upaya pengembangan pembangunan pertanian masih sangat dimungkinkan melalui perluasan areal tanam dengan penambahan bahan baku lahan dan optimalisasi pemanfaatan lahan yang ada.

Potensi investasi industri kerajinan yang dapat menunjang sektor pariwisata seperti kerajinan pewter, akar bahar, batu satam, renda, kopiah resam, dan rotan, industri tepung kaolin, batu granit, industri pengolahan karet, kelapa sawit, pengolahan kayu dan pendukung usaha perikanan yaitu pabrik es.

Sementara potensi investasi pertambangan juga cukup besar karena memiliki cadangan yang cukup besar untuk dikelola seperti cadangan pasir kwarsa mencapai 252.500.000 ton, cadangan pasir bangunan 321.900.000 ton, kaolin 224.300.000 ton, granit 210.200.000 meter kubik dan cadangan diabas 89.000.000 meter kubik.

"Mudah-mudahan pendataan ulang potensi investasi selesai pada akhir April tahun ini, dan hasil pendataan diharapkan akan menimbulkan efek positif terhadap minat calon investor berinvestasi di daerah ini," ujarnya.

Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026