"Selama Februari 2015 tim tidak menemukan satu pun kasus malaria yang menyerang warga di daerah itu sedangkan pada Januari 2015 ditemukan empat kasus malaria,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, menyatakan kota itu bebas dari penyakit malaria atau tidak ditemukan satu pun kasus tersebut selama Februari 2015.

"Selama Februari 2015 tim tidak menemukan satu pun kasus malaria yang menyerang warga di daerah itu sedangkan pada Januari 2015 ditemukan empat kasus malaria," kata Staf Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Pangkalpinang, Tri Enfariyanto di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia menjelaskan, penurunan itu tak lepas dari peran masyarakat yang mulai menyadari pentingnya untuk menjaga kebersihan lingkungan agar dapat hidup sehat dan bebas dari penyakit selain itu juga perubahan lingkungan memberikan dampak yang positif terhadap penurunan penyakit itu.  
    
"Selain kesadaran masyarakat, peran pelayanan kesehatan juga semakin membaik selain itu juga perubahan lingkungan yang awalnya rawa-rawa kini sudah berubah menjadi lahan pemukiman warga, lahan industri, jalanan dan lain sebagainya, sehingga rawa-rawa yang tadinya tempat sarang nyamuk kini sudah tidak ada lagi," ujarnya.

Ia menjelaskan, malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut.

"Untuk mengantisipasi penyakit itu kami melakukan penyemprotan asap diarea yang menjadi sarang nyamuk, selain itu juga membagikan kelambu berinsektisida" ujarnya.

Ia mengimbau kepada warga tetap waspada dan jika ada keluarga atau tetangga yang merasa kurang sehat segara bawa ke pusat pelayanan  kesehatan yang terdekat agar dapat diperiksa dan diberikan pertolongan secepatnya.

"Gejala penyakit malaria pada umumnya mengalami demam dan menggigil, sakit kepala, mual-mual, muntah, diare, terasa nyeri pada otot, pegal-pegal," ujarnya.

Pewarta: Mulki
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026