"Kami berharap anggota DPRD peka dan tanggap terhadap kondisi ekonomi nelayan yang melemah sebagai dampak penambangan timah di wilayah penangkapan ikan,Toboali (Antara Babel) - Ketua Markas Pemuda Panca Marga Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, Erwandi meminta anggota DPRD setempat segera menindaklanjuti tuntutan nelayan terkait penghentian operasi ratusan tambang timah di pesisir pantai daerah itu.
"Kami berharap anggota DPRD peka dan tanggap terhadap kondisi ekonomi nelayan yang melemah sebagai dampak penambangan timah di wilayah penangkapan ikan," kata Erwandi di Toboali, Kamis.
Ia mengatakan, operasi tambang timah apung sudah meresahkan nelayan dan harus segera dihentikan untuk mencegah konflik dan tindakan anarkis para nelayan.
"DPRD jangan hanya diam membisu seolah-olah tidak ada persoalan, padahal hampir ratusan nelayan sudah lumpuh mata pencariannya karena dijarah tambang timah apung ini," ujarnya.
Ia menilai para anggota DPRD tidak tanggap dengan keluhan para nelayan Kampung Padang Toboali.
"Kami berharap anggota DPRD selalu membaca berita koran baik cetak maupun online karena kepekaan wakil rakyat sudah mulai hilang sejak kampanye beberapa waktu lalu," ujarnya.
Dirinya merasa binggung dengan sikap para wakil rakyat karena tidak tahu kondisi rakyat yang sedang menderita, bahkan banyak di antara mereka yang ramai-ramai melakukan kunjungan kerja ke luar daerah.
"Mana perasaan para wakil rakyat ini, apakah sudah lupa dengan janji-janji saat berkampanye dulu," katanya.
Untuk itu, pihaknya akan terus berjuang bersama para nelayan untuk mempertahankan wilayah tangkapan ikan dari penambangan timah ilegal.
"Perjuangan akan terus dilakukan tanpa ada kata menyerah hingga operasi tambang-tambang itu dihentikan dan kehidupan nelayan kembali berjalan dengan baik," ujarnya.
Ia berharap, para wakil rakyat segera turun ke lapangan dan jangan hanya diam membisu seolah-olah menonton penderitaan nelayan.
"Kami berharap para wakil rakyat ini dapat bekerja sesuai dengan ke hendak rakyat dan memperjuangkan hak-hak rakyat yang tertindas," harapnya.
Pewarta: JuniardiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.