"Tidak elok pecat memecat dalam situasi politik yang kurang kondusif saat ini. Alangkah baiknya saling menahan diri dan saling menghormati dan tidak emosional,"
Koba (Antara Babel) - Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menyatakan tidak elok melakukan pemecatan terhadap kader dalam situasi politik yang tidak kondusif saat ini.

"Tidak elok pecat memecat dalam situasi politik yang kurang kondusif saat ini. Alangkah baiknya saling menahan diri dan saling menghormati dan tidak emosional," ujarnya dalam pernyataan tertulis melalui surat elektronik kepada wartawan di Koba, Selasa.

Hal itu dikemukakannya menanggapi keputusan Ketua DPD I Partai Golkar Bangka Belitung Hidayat Arsani yang memecat dirinya dari jabatan sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bangka Tengah.

Selain Erzaldi yang kini menjabat sebagai Bupati Bangka Tengah, kader Golkar lain yang juga dipecat adalah Ketua DPD Partai Golkar Bangka Barat Ali Purwanto, serta Hendra Apolo, Marsidi H Satar, Djunaidi Thalib, dan Rina Fitriandari yang semuanya adalah pengurus DPD I Partai Golkar Bangka Belitung.

Alasan pemecatan karena mereka berada di kubu Partai Golkar versi Agung Laksono dan tidak taat dan patuh terhadap aturan DPP Partai Golkar.

"Saya katakan tidak elok memecat dalam situasi politik di Golkar seperti ini, di situ bisa melihat kematangan seorang pemimpin dinilai oleh publik," ujarnya.

Ia mengatakan, perlu dipahami bahwa keputusan sela PTUN Jakarta terkait Partai Golkar bukan membatalkan SK Menkumham tentang Pengesahan Kepengurusan Partai Golkar dengan Ketua Umum Agung Laksono.

"Itu baru menunda saja dan itu baru keputusan sela bukan keputusan final dari PTUN, jadi alangkah baiknya jika saling menghormati dan menghargai proses yang sedang berlangsung," ujarnya.

Kemudian, kata dia, dalam negara demokrasi hukum tentu harus menghormati hukum dan taat pada aturan hukum negara.

"Kepengurusan yang sah bagi kami adalah yang diakui negara, karena sedang dalam proses atau belum ada keputusan inkrah sebaiknya ikuti proses dulu dan tidak relevan mengomentari soal pecat-memecat," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026