"Mudah-mudahan 13 program pembangunan ini berjalan dengan baik, sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memprioritaskan 13 program percepatan pembangunan dan pengembangan perekonomian masyarakat di daerah itu.
"Mudah-mudahan 13 program pembangunan ini berjalan dengan baik, sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan," kata Kepala Bapedda Babel, Yan Megawandi, usai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2016 di Pangkalpinang, Kamis.
Ia menjelaskan, 13 program tersebut diantaranya pengembangan one village one product (ovop) dan koperasi komoditi, penguatan rural urban linkages, peningkatan pendidikan wajib belajar 12 tahun.
Peningkatan pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan, pengembangan infrastruktur konektivitas antarwilayah, pengembangan wilayah strategis, tertinggal, pesisir dan pulau-pulau kecil, peningkatan kualitas lingkungan hidup.
Selanjutnya, rehabilitasi lahan kritis dan lahan bekas tambang, pemberdayaan budaya lokal dan destinasi wisata, pengendalian pemanfaatan ruang, peningkatan manajemen pemerintahan dan aparatur, dan program satam emas.
"Kegiatan musrenbang ini merupakan bagian pendekatan partisipatif dari rangkaian proses penyusunan rencana kerja pembangunan daerah," ujarnya. jelasnya
Kegiatan musrenbang ini, kata dia, digelar dalam rangka penyusunan RKPD tahun 2016, bertemakan 'Memantapkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kerakyatan, infrastruktur dan pengelolaan lingkungan hidup serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
"Dalam kegiatan ini, juga dibahas beberapa isu strategis, misalnya, tingginya angka inflasi, pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat, peningkatan daya beli masyarakat, dan peningkatan nilai tambah produksi.
Sementara isu bidang sosial budaya ada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penanganan pengangguran, ketenagakerjaan dan kemiskinan, pencegahan dan penanganan masalah kesejahteraan sosial dan pelestarian nilai¿nilai budaya lokal," katanya.
Selanjutnya, kata dia, isu dibidang infrastruktur dan lingkungan yang dibahas tentang peningkatan kualitas lingkungan hidup, kualitas pelayanan infrastruktur dasar dan strategis, moda transportasi dan sanitasi dan kualitas air baku.
"Kami juga membahas kerja sama untuk percepatan pembangunan, pengelolaan aset daerah dan pembangunan di wilayah antarperbatasan kabupaten/kota," katanya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.