"Kenaikan harga bahan bakar minyak belum memengaruhi harga beras karena persediaan masih cukup sehingga harga tetap stabil,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Harga beras di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung stabil karena stok dan pasokan cukup untuk memenuhi permintaan konsumen.

"Kenaikan harga bahan bakar minyak belum memengaruhi harga beras karena persediaan masih cukup sehingga harga tetap stabil," kata seorang pedagang, Atun di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia menjelaskan, harga beras merek RM bertahan stabil Rp56.000 per kampil (isi 5 kilogram) dan TR Rp155.000 per karung (isi 15 kilogram), sedangkan harga minyak makan merek Fortun bertahan Rp10.500 per kilogram.

"Rata-rata harga kebutuhan pokok masih bertahan stabil, belum ada yang menunjukkan dampak setelah kenaikan harga BBM, semua harga normal," ujarnya.

Ia mengatakan, permintaan warga juga masih terlihat normal bahkan cenderung menurun karena perekonomian mulai melemah akibat turunnya harga jual hasil panen petani.

"Saat ini perekonomian warga sedang sulit, produksi pertanian menurun karena hasil panen petani seperti sawit dan karet dihargai dengan murah. Kalau pun harga lada putih mahal namun petani yang bercocok tanam untuk komoditas itu sedikit dengan alasan perawatan dan panennya cukup lama," ujarnya.

Demikian juga Apri, seorang agen sembako lainnya yang mengakui jika stok beras cukup dan harga stabil.

Ia mengatakan, untuk mencukupi kebutuhan warga pedagang mengandalkan pasokan dari luar karena minimnya hasil petani lokal sebab kebanyakan warga daerah itu mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.



Pewarta: Mulki
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026