"Penurunan ini terjadi karena menurunnya nilai ekspor non timah sebesar 87,7 persen dari 96,4 juta dolar AS menjadi 11,9 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Babel, Teguh Pramono di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan, secara umum total ekspor Babel selama Januari hingga September 2012 juga mengalami penurunan sebesar 30,7 persen dibanding periode yang sama pada 2011 yaitu dari 2.306,5 juta dolar AS menjadi 1.597,5 juta dolar AS.
Penurunan kedua nilai ekspor tersebut terjadi karena menurunnya kedua ekspor yaitu ekspor timah terjadi penurunan sebesar 33,3 persen dari 1.721,3 juta dolar AS menjadi 1.147,4 juta dolar AS dan untuk ekspor non timah sebesar 23,1 persen dari 585,2 juta dolar AS menjadi 450,1 juta dolar AS.
Timah merupakan ekspor terbesar mencakup sebanyak 771,8 persen dari total ekspor Provinsi Bangka Belitung selama periode Januari sampai September 2012.
Tujuan utama ekspor timah adalah Singapura yang mencapai 800,5 juta dolar AS atau 69,8 persen dari keseluruhan ekspor timah, diikuti Malaysia 87,1 juta dolar AS atau 7,6 persen, Belanda 70,5 juta dolar AS atau 6,1 persen, Jepang 35,3 juta dolar AS atau 3,1 persen dan China 33,1 juta dolar AS atau 2,9 persen.
"Kontribusi kelima negara tersebut mencapai 88,5 persen dari total ekspor timah Provinsi Bangka Belitung", ujarnya.
Sementara itu, komoditi utama penyumbang ekspor non timah terbesar Provinsi Bangka Belitung selama periode Januari sampai September 2012 berdasarkan kode Harmonized System (HS) 2 digit adalah golongan minyak atau lemak hewani dan nabati yaitu sebesar 70,9 juta dolar AS atau 15,7 persen.
Kemudian diikuti karet dan barang-barang dari karet 53,7 juta dolar AS atau 11,9 persen, kopi, teh dan rempah-rempah 14,0 juta dolar AS atau 2,1 persen, hasil perikanan dan olahan 3,6 juta dolar AS atau 1,2 persen.
Demikian juga bijih logam dan sisa logam sebesar 1,6 juta dolar AS atau 0,4 persen dan garam, sulfur, tanah dan batu 1,3 juta dolar AS atau 0,3 persen. Kontribusi keenam golongan barang non timah tersebut mencapai 32,7 persen dari total ekspor non timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ia menjelaskan, negara tujuan utama ekspor non timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada September 2012 adalah Singapura dengan nilai ekspor sebesar 5,8 juta dolar AS atau mengalami peningkatan 290,5 persen dibandingkan nilai ekspor Agustrus 2012 dengan komoditi terbesar ikan, hasil olahan ikan dan lada.
Selanjutnya diikuti India yang mencapai 2,8 juta dolar AS atau menurun dibanding nilai ekspor bulan sebelumnya sebesar 74,7 persen, dengan komoditi ekspor terbesar minyak kelapa sawit dan kaolin.
Secara umum ekspor non timah ke tujuh negara tujuan utama selama periode Januari sampai September 2012 mencapai 444,6 juta dolar AS atau meningkat 4,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar 427,2 juta dolar AS.
Editor : Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.