"Kontribusi dari negara-negara tersebut mencapai 96,83 persen dari total ekspor timah Babel,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung mencatat nilai ekspor daerah itu pada Maret 2015 sebesar 85,76 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau turun 35,54 persen dibanding Februari 2015 yang mencapai 133,03 juta dolar AS.
"Ekspor Babel terbagi atas ekspor timah yang mengalami penurunan 37,67 persen dari 111,19 juta dolar pada Februari 2015 menjadi 69,31 juta dolar pada Maret 2015, sedangkan ekspor nontimah turun 24,67 persen dari 21,84 juta dolar menjadi 16,45 juta dolar AS," kata Kepala BPS Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menyebutkan, ekspor timah berperan 81,16 persen dari total ekspor Babel dengan negara tujuan utama Singapura sebesar 42,79 juta dolar AS atau 65,43 persen dari keseluruhan ekspor timah, kemudian Belanda 8,80 juta dolar (11,79 persen), India 7,40 juta dolar (7,50 persen) dan Taiwan 7,82 juta dolar AS.
"Kontribusi dari negara-negara tersebut mencapai 96,83 persen dari total ekspor timah Babel," ujarnya.
Sementara itu, ekspor nontimah terbesar pada Januari-Maret 2015 berdasarkan kode Harmonized System (HS) dua digit adalah golongan minyak atau lemak hewani dan nabati sebesar 37 juta dolar AS atau berperan 58,14 persen terhadap total ekspor nontimah.
Ekspor nontimah lainnya meliputi kopi, teh dan rempah-rempah sebesar 20,9 juta dolar AS (32,84 persen), kemudian karet dan barang-barang dari karet 2,4 juta dolar (3,73 persen), ikan dan hasil olahan ikan 1,7 juta dolar (2,72 persen), sedangkan golongan berbagai produk kimia 1,0 juta dolar AS.
Ia mengatakan, negara tujuan utama ekspor nontimah pada Januari-Maret 2015 adalah Pakistan, Belanda dan India masing-masing sebesar 17,5 juta dolar, 9 juta juta dolar dan 4,1 juta dolar AS, kemudian Vietnam 6,2 juta dolar, Jepang 2,6 juta dolar, Singapura 8,7 juta dan Bangladesh 5,1 juta dolar AS.
"Secara keseluruhan total ekspor nontimah mengalami kenaikan sebesar 10,22 persen dari 48,3 juta dolar AS menjadi 53,2 juta dolar AS," ujarnya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.