"Seni akan meningkatkan kapasitas berpikir dan kualitas hidup masyarakat.Muntok (Antara Babel) - Pengurus Dewan Kesenian Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung mengungkapkan pemerintah daerah setempat perlu memperhatikan bidang seni untuk menunjang gerak pembangunan sehingga mampu mengejar ketertinggalan dari daerah lain.
"Seni akan meningkatkan kapasitas berpikir dan kualitas hidup masyarakat. Kami yakin jika pemkab memberikan perhatian lebih pada sektor itu, laju pembangunan akan lebih cepat dari yang sudah berjalan selama ini," ujar Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno di Muntok, Minggu.
Ia mengatakan, selama ini pemkab kurang memperhatikan sektor kesenian, hal ini terbukti dengan minimnya karya-karya seni dari para pegiat dan pelaku seni lokal.
"Perhatian masih berupa bantuan kepada sanggar seni tari dan lomba, monoton setiap tahun seperti itu, kami menilai hal ini tidak efektive karena tidak menyentuh hingga ke masyarakat secara luas," kata dia.
Menurut dia, untuk memberikan pengetahuan berkesenian kepada masyarakat perlu adanya gerakan bersama dari seluruh pegiat seni di daerah dan didukung pemerintah setempat.
"Kami dari dewan kesenian, pertama-tama akan menginventarisasi seluruh cabang seni yang ada, seperti seni pertunjukan, seni rupa dan seni media rekam, dilanjutkan dengan pelestarian dan pengembangan melalui beberapa langkah strategis," kata dia.
Ia mengatakan, seiring berjalannya kegiatan itu, pihaknya juga akan melibatkan seluruh komunitas seni yang ada di daerah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, melalui workshop, seminar dan berbagai pelatihan.
"Jika memungkinkan kami juga akan merambah ke sekolah-sekolah agar mereka bisa memasukkan seni daerah dalam mata pelajaran di seluruh jenjang pendidikan," katanya.
Pegiat seni rupa setempat, Rifza Rianov mengatakan, saat ini sebagian besar sekolah di daerah itu kurang memberikan perhatian pada mata pelajaran kesenian karena berbagai alasan, seperti tidak adanya ketersediaan guru, sarana dan prasarana yang tidak mendukung, pelajaran seni tidak masuk UN dan berbagai alasan lain.
Menurut dia, pola lama seperti itu perlu segera dikikis dan dihilangkan karena pada dasarnya pendidikan seni adalah melatih panak didik mengolah rasa sehingga terjadi keseimbangan antara kecerdasan dan kepekaan sosial.
"Akan sangat berbahaya jika seseorang hanya memiliki kecerdasan tanpa diimbangi kepekaan rasa, untuk itu kami berharap ke depan pelajaran seni bisa menjadi mata pelajaran wajib di seluruh sekolah, baik itu seni pertunjukan, seni rupa maupun seni media rekam," kata dia.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.