"Masing-masing kelompok akan mendapat bantuan 15 ekor sapi betina yang dananya bersumber dari pusat," kata Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Pemprov Babel Sunardi di Pangkalpinang, Selasa.
Dipilihnya Kabupaten Belitung dan Belitung Timur, menurut Sunardi karena kedua daerah tersebut memiliki potensi untuk menjadi kantung peternakan sapi.
"Kami ingin mendorong kedua daerah tersebut menjadi daerah penghasil daging sapi sehingga dapat mendukung penyuksesan program swasembada daging sapi tahun 2014 mendatang," katanya.
Masing-masing kelompok tani, dikatakan Sunardi, terdiri dari sekitar 25 orang sehingga diharapkan bantuan sapi tersebut dapat ikut meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.
"Harapannya, beternak sapi tidak dijadikan sebagai mata pencaharian utama bagi warga, tapi harus diintegrasikan dengan sektor lain, misalnya dengan perkebunan sawit, sehingga kedua sektor bisa saling mendukung," katanya.
Sunardi mengatakan, jika petani hanya mengandalkan beternak sapi sebagai mata pencaharian maka akan cukup sulit untuk mendukung kebutuhan finansial masyarakat secara langsung.
"Kalau diintegrasikan dengan sawit, misalnya, maka kita bisa memperoleh dua keuntungan sekaligus, kotoran sapi bisa dijadikan pupuk untuk menyuburkan sawit dan hasil sawit bisa digunakan membeli pakan sapi untuk menggemukkan sapi," katanya.
Pemerintah optimis swasembada daging sapi akan tercapai pada 2014 karena produksi daging dalam negeri yang selalu meningkat.
Secara nasional, pada 2011 jumlah sapi sebanyak 15,42 juta ekor, meningkat pada 2012 menjadi 16,66 juta ekor sapi.
Pemerintah akan terus meningkatkan populasi sapi dan menekan angka impor hingga hanya sebesar 10 persen.
Pewarta: Oleh: Ida NurcahyaniEditor : Ida
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.